by

SOBATKU di Pasar & Kuliner Malam Bukan Pencitraan, Tapi Solidaritas Sosial

AMBON,MRNews.com,- Kegiatan Sorong Bahu Bantu Susahku (SOBATKU) yang digalang jajaran pemerintah kota (Pemkot) Ambon menyongsong HUT ke-446 Kota Ambon dengan “balanja” jualan warga diberbagai pasar dan kuliner malam meski hanya sehari, Kamis (2/9) diapresiasi berbagai pihak.

Legislator Kota Ambon asal PKPI Jacob Usmany menilai, langkah itu meski sederhana dan bukan “borong” tapi setidaknya cukup membantu warga khususnya pedagang pasar dan pelaku usaha kuliner malam.

“Kami menilai positif yah, sesuai taglinenya sorong bahu bantu susahku. Biar sedikit yang dikeluarkan tapi sudah bisa bantu ada yang beli. Tapi harapannya ini tidak berakhir, tapi jadi momentum awal untuk minimal setiap dua bulan sekali jadi program utama,” terangnya, Kamis.

Senada dengan Usmany, salah satu jurnalis TV nasional, Imanuel Alfred berharap, kegiatan SOBATKU ini tidak saja dilakukan untuk memperingati HUT kota Ambon, tapi kedepan bisa jadi program kerja Pemkot. “Semoga bisa jadi program,” ujarnya dalam live FB Tabea-Amq.

Musisi yang juga pembina Ukulele Kids Community Ambon, Nicho Tulalessy ikut memberi atensi positif, ketika Walikota, Wakil Walikota, Sekretaris Kota yang langsung turun “sorong bahu bantu susah” baik pagi di pasar maupun di kuliner malam pada sejumlah titik di kota Ambon.

“Keren. Ini cara katong untuk saling baku tolong dalam masa sulit (Pandemi Covid-19),” tulisnya.

Ibu Eny, pelaku usaha kuliner malam berterima kasih disambangi pemimpin di kota ini dan sejumlah ASN, yang meski tidak borong jualannya, tapi setidaknya sudah beli banyak. “Terima kasih, sangat membantu,” singkatnya.

Disela-sela aksi SOBATKU, Walikota Ambon Richard Louhenapessy katakan, ini merupakan gerakan sosial ASN Pemkot Ambon yang ditujukan untuk membantu pedagang pasar dan kuliner malam yang mengalami dampak selama Pandemi Covid-19 dan pelaksanaan PPKM.

“Kita pagi belanja di pasar Mardika dan Batumerah. Kemudian ada pasar Gotong Royong, pasar Waiheru dan pasar Passo. Semua ASN sudah dibagi, tersebar disemua kecamatan. Malam giliran kita belanja di kuliner, mulai dari jalan AM Sangadji, Trikora, Urimessing dan jalan Ahmad Yani,” terangnya.

Selain empat titik kuliner malam itu, sebutnya, Satgas Covid-19 yang khusus malam, wajib belanja kuliner di jalan Sam Ratulangi, jalan Slamet Riyadi, jalan Jenderal Sudirman, jalan Ir M Putuhena Kota Jawa-Wayame dan jalan Wolter Monginsidi Passo.

“Ini semua semata-mata hanya bentuk kepedulian kita. Solidaritas sosial bagi masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19, itu paling utama. Yang turun belanja ini kan pegawai, mereka punya gaji. Minimal satu orang Rp 50 ribu, sudah membantu warga punya susah itu,” urai Louhenapessy.

Hal kedua, sambungnya, ini juga upaya untuk mempertajam kepekaan sosial bagi pegawai kota Ambon agar solider dan memahami apa yang sementara dihadapi masyarakat.

“Jika dikalkulasi, belanja pagi kira-kira 2 ribu pegawai, jika dikali Rp 50 ribu, ada keuntungan 100 juta didapat pedagang pasar dan pelaku kuliner malam. Tapi bukan soal kuantitas, jumlahnya, sebab yang penting kepedulian kita,” beber politisi Golkar itu.

Disinggung tentang penilaian sebagian orang yang menilai aksi SOBATKU bagian dari “pencitraan”, Louhenapessy merespons diplomatis.

“Walikota berjalan saja itu pencitraan. Biar anjing menggongong, kafilah jalan terus. Kita akan lihat hasil akhirnya. Ini orang-orang yang kurang kerjaan, lalu komentar. Kalau dia punya kerjaan, nggak bakalan dia komentar,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed