Salamena Sukses Ujian Tesis Perdana Penciptaan Musik IAKN Ambon

AMBON,MRNews.com,- Novan Terry Salamena, mahasiswa program studi strata 2 (S2) musik gereja Institut Agama Kristen Protestan Negeri (IAKN) Ambon sukses ujian tesis perdana penciptaan musik yang dilakukan program pascasarjana dengan judul tesis Kelahiran Yesus Kristus (Komposisi Musik Berdasarkan Matius 1 dan 2 Untuk Orchestra). Dengan penguji, Christian Tamaela dan Agust Gaspersz, pembimbing Branckly Egi Picanussa dan Dewi Tika. Salamena pun berhak menyandang gelar magister seni (MSn). Selain S2, ada pula ujian komprehensif bagi mahasiswa Prodi S3 PAK, Benjamin Metekohy.

Usai sukses di ujian perdana itu, Salamena bersyukur karena semua proses ujian berjalan lancar, apalagi perdana. Semua ini terjadi tidak lepas karena pembimbingan dari para pembimbing yang memotivasi serta pihak-pihak yang juga turut membantu. Intinya, dari cerita tentang kelahiran Yesus Kristus sesuai Matius 1 dan 2, munculah ide dan gagasan untuk menjadi sebuah unsur ekstra musical dan kemudian dituangkan kedalam unsur musical sehingga dikemas menjadi suatu komposisi musik. Sebab, cerita ini tidak asing lagi ditelinga kaum Kristiani.

“Karya ini dibuat menggunakan bentuk variasi (variation form) yang didalamnya terdapat satu tema pokok kemudian dikembangkan menjadi tujuh variasi untuk menggambarkan suasana-suasana tentang kelahiran Yesus Kristus berdasarkan kitab injil Matius pasal 1 dan 2. Karya ini tidak menggunakan teks/lirik untuk menggambarkan suasana tersebut, tetapi karya ini lebih mengarah kepada permainan melodi, akor, tempo dan dinamika serta ekspresi untuk menggambarkan suasana-suasana tersebut,” ujar Salamena sukacita.

Sementara, Direktur Pascasarjana IAKN Ambon, Christiana D.W. Sahertian mengatakan, ujian perdana penciptaan musik ini menjurus ke visi-misis, didalamnya melahirkan peserta didik untuk menjadi seorang desainer pengembangan, penciptaan. Sehingga proses kuliah yang dibangun atau dibuat sampai tesis akhir harus menjawab visi misi itu, suatu hal yang penting dan wajib secara akademik. Namun untuk spesifikasi penciptaan musik ini ujian perdana, selama ini pengembangan analisis bagaimana musik menjawab kebutuhan masyarakat.

Salamena diakui Sahertian, merupakan mahasiswa yang tepat waktu dan ada lagi empat orang se-angkatannya juga harus selesai. Sebab target kedepan, mahasiswa harus masuk dan keluar tepat waktu serta menjawab apa yang menjadi tuntutan kampus ini, visi misi dari tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Karena di masyarakat membutuhkan seseorang yang punya kemampuan seni, mencipta. Artinya produk ada dan itu tuntutan bagi perguruan tinggi agar laku di masyarakat, baik musik, PAK, Teologi khusus S2 dan S3.

“Untuk penciptaan musik, Novan Salamena perdana ujian. Selama ini pengembangan analisis. Tapi itu bukan berarti berakhir di dia saja. Kita berharap kedepan semakin banyak ada yang juga spesifik penciptaan musik juga. Tergantung mahasiswa membuat suatu masalah kebutuhan dan menjawabnya, didukung oleh bimbingan dari para pembimbing serta bahan dan sumber yang dia harus pakai,” tandas Maya, sapaan akrab Sahertian.

Ditambahkannya, untuk Prodi S2 musik gereja, gelombang pertama sudah lulus 7 orang dan gelombang kedua baru mendaftar baru 5 orang. Untuk pascasarjana, tidak boleh banyak yang penting, harus bisa sesuaikan adanya sumberdaya atau dosen yang membina. Jika banyak, dosen sedikit nanti tidak berkualitas. “Untuk S3 doktoral IAKN, baru 2 orang. S2 sudah banyak, tahun ini baru satu khusus PAK. Musik gereja baru satu Novan Salamena. Proses sampai Agustus awal diperkirakan enam (6),” beber Sahertian. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *