AMBON,MRNews.com,- Rumah Sakit (RS) Siloam telah diresmikan dan beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Ambon dan Maluku sejak Juli 2020 lalu.
Diawali dengan membuka perawatan khusus bagi pasien yang terpapar atau positif Covid-19 dan kemudian terbuka menjadi rujukan untuk pasien umum.
Rumah sakit milik pengusaha nasional ternama, James Riady itu selain dilengkapi tempat tidur bagi pasien, tapi juga memiliki fasilitas dan pelayanan kesehatan pendukung mewah seperti ruang ICU, CT Scan, kamar operasi, laboratorium, farmasi hingga 8 kamar VVIP.
Hampir tiga tahun berjalan, tersiar kabar rumah sakit yang berada dibawah Siloam Hospitals Group itu pun berencana melebarkan sayap tak hanya di bidang kesehatan, tapi juga berinvestasi di sektor pendidikan, dengan mendirikan sekolah di lantai V rumah sakit.
Dari sumber resmi media ini menyebut, sekolah yang bakal dibangun atau didirikan tersebut bukan saja satu tingkatan satuan pendidikan tapi lengkap, terdiri dari tingkat SD, SMP hingga SMA.
“Rencananya yang kita dengar itu di Rumah Sakit Siloam Ambon akan dibangun sekolah dari SD hingga SMA. Anehnya lagi dibangun di lantai V rumah sakit,” tandas sumber itu yang enggan namanya dipublish, Senin (6/3).
Menurut sumber itu lagi, rencana membangun sekolah tersebut bakal terjadi karena mereka tidak mengantongi izin membangun di sebelah rumah sakit dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.
“Kan dulu Pemkot kepemimpinan Walikota sebelumnya beri izin ke manajemen Siloam areal situ untuk membangun rumah sakit saja, tidak diluar itu. Makanya karena tidak dapat izin, inisiatif diambil pada lantai V,” jelasnya lagi.
Ditegaskan, membangun sekolah di dalam rumah sakit apalagi di lantai atas dari aspek kesehatan sangat tidak baik anak-anak karena akan berinteraksi tiap hari dengan medis dan orang sakit, termasuk dari sisi keamanan yang jelas sangat berbahaya ketika mereka bermain.
“Saat ini informasinya mereka sudah membuka pendaftaran bagi peserta didik baru tahun ajaran 2023/2024 sebagai awal berjalan sekolah. Tapi coba kroscek lagi ke mereka soal itu. Yang pasti rencana bangun sekolah di lantai V itu mungkin benar adanya,” tegasnya.
Karena itu, sumber tersebut minta Pemkot Ambon dalam hal ini Penjabat Walikota Ambon dan Komisi I DPRD Kota Ambon agar melihat masalah tersebut secara serius, dengan memanggil pihak manajemen rumah sakit agar urungkan niat membangun sekolah di lantai V rumah sakit.
“Supaya hal itu tidak terjadi, Penjabat Walikota dan DPRD harus gerak cepat panggil manajemen rumah sakit Siloam mempertanyakan rencana tersebut yang dirasa tidak tepat,” pintanya.
“Bila perlu minta mereka agar rencana tersebut urung dilakukan dan hanya fokus ke pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” sambungnya lagi.
Terpisah, akademisi dari IAIN Ambon, Hamid Fakaubun meminta Penjabat Walikota dan DPRD agar secepatnya memanggil manajemen rumah sakit Siloam guna mempertanyakan detail rencana tersebut, sebab sangat tidaklah tepat ada sekolah didalam rumah sakit dengan alasan apapun.
“Sebagai bagian dari warga Kota dan pengajar, saya harap Pemkot dan DPRD melihat ini serius sebelum makin banyak orang yang daftar. Agar rencana bangun sekolah di lantai V rumah sakit jangan terjadi, atas berbagai pertimbangan, terutama izin dan keamanan,” pungkasnya. (MR-02)










Comment