by

Revolusi Mental, Wujudkan Pemuda Maju, Berkarakter & Berdaya Saing

-Kota Ambon-186 views

AMBON,MRNews.com,- Untuk mewujudkan ciri pemuda maju harus dipicu dengan revolusi mental karena pemuda yang maju dapat menghasilkan bangsa yang hebat. Karena itu, pemuda Indonesia harus mampu berdaya saing, berkarakter kuat dan punya kapasitas. Sehingga momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-90 tahun 2018, harus menjadi pijakan melangkah dengan komitmen dan tekad kuat wujudkan tuntutan kekinian.

“Revolusi mental yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Ir. Joko Widodo amatlah relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju. Oleh karena itu revolusi mental harus dapat kita jadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda maju. Dengan mewujudkan pemuda maju, berarti kita dapat menghasilkan bangsa yang hebat,” tegas Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Sekertariat Kota Ambon, Robby Silooy saat upacara peringatan HSP, di halaman Balaikota Ambon, Senin (29/10).

Pemuda-pemudi hebat Indonesia kata Menpora, telah lahir dan mampu berkompetisi di kancah Asia. Perhelatan Asia Games 2018, atlet-atlet muda Indonesia bersaing dengan negara Asian dan berhasil menduduki peringkat keempat, serta di ajang Asian Para Games, atlet Indonesia sukses berada di urutan kelima. Tentunya, hal ini sejarah baru bagi kebangkitan olahraga Indonesia. Serta harus jadi momentum terus membangun optimisme pemuda Indonesia dengan bekerja keras mewujudkan prestasi di berbagai bidangnya.

“Selain mampu berdaya saing, pemuda juga harus mengembangkan dan menggunakan teknologi dengan baik. Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun di sisi lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi bersifat destruktif mulai dari hoax, hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya bila kaum muda tidak membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Tak hanya itu, kata Menpora, tahun 2019 bangsa Indonesia akan menggelar hajat besar pesta demokrasi untuk memilih dan menentukan pimpinan nasional dan daerah yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota legislatif DPR-DPD RI, DPRD Tk.I dan DPRD Tk.II. Untuk itu peran dan tanggung jawab pemuda dalam menyukseskan proses pemilihan umum nanti, amat sangat dibutuhkan. Partispasi aktif pemuda dalam pemilu 2019 perlu ditingkatkan untuk mewujudkan pemilu yang damai, kredibel dan berkualitas.

“Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primodial suku, agama, ras, dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pendangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik,” tutup politisi PKB itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed