by

Rayakan HAB, Kemenag Diminta Jaga Prestasi

-Maluku-82 views

AMBON,MRNews.com.- Keluarga besar Kemenag Provinsi Maluku menggelar upacara Hari Amal Bhakti (HAB) Kementrian Agama Republik Indonesia ke 77 tahun di lapangan Merdeka Ambon dengan Inspektur Upacara Sekda Provinsi Maluku, Sadali Li dihadiri Ka Kanwil Kemenag Provinsi Maluku H.Yamin, S.Ag, M.Pd.I beserta seluruh jajaran Kemenag dan undangan.

Sadali Li saat membacakan sambutan Menteri Agama, H. Yaqut Cholil Qouma mengatakan jika peringatan HAB ke-77 seluruh ASN Kementerian Agama diminta
untuk memperbaiki niat pengabdian dan pelayanan kepada umat.

“Jadikan peringatan HAB sebagai penanda sejarah panjang pengabdian Kementerian Agama dalam melayani seluruh umat
beragama di Indonesia. Setahun yang lalu, dalam Peringatan HAB ke-76 Kementerian Agama, kita gelorakan semangat Transformasi Layanan Umat. Alhamdulillah, secara bertahap, cita bersama itu mulai terwujud dan tampak
hasilnya” urainya, Selasa (3/1).

Ditambahkan Kementerian Agama telah terlihat berubah. Birokrasinya lebih lincah dan responsif. Transformasi digital mulai berjalan, salah satunya dengan kehadiran Pusaka Super Apps, aplikasi layanan Kementerian Agama.

Bahkan Beragam inovasi digital juga terus dilakukan, mulai dari pusat hingga daerah. Semua itu merupakan upaya meningkatkan kualitas dan mendekatkan
layanan kepada masyarakat.

” Ini bukti bahwa Kementerian Agama telah berubah, diakui dan diapresiasi oleh Kementerian/Lembaga dan publik. Bahkan kita diganjar lebih dari 22 penghargaan pada tahun 2022 lalu. Kita jaga prestasi di atas dan tahun ini, harus lebih baik dari tahun kemarin. kita canangkan tagline kerukunan umat untuk Indonesia Hebat” tandasnya.

Karena itu, tugas berat mesti ditunaikan oleh seluruh ASN Kementerian Agama. Kerukunan sangat fluktuatif dan dinamis.
Kerukunan sering menguji kita, lebih-lebih menjelang Pemilu 2024. Sejatinya, kerukunan adalah prasyarat
pembangunan nasional.

Sebab pembangunan membutuhkan stabilitas, dan stabilitas dapat terwujud bila antar masyarakat rukun dan damai.
Di tahun politik ini, potensi terjadi ketidakrukunan di masyarakat akibat pilihan politik yang berbeda, tetap
saja ada. Politisasi agama makin sering dilakukan untuk meraih efek elektoral. Politisasi tempat ibadah sebagai
ajang kampanye, sudah mulai terjadi.
Penggunaan politik identitas menjelang Pemilu harus diantisipasi dan dimitigasi agar kerukunan umat
tidak ternodai.

“Kita semua mesti belajar pada apa yang penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 10.073 Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama. Permohonan itu telah dikabulkan Bapak Presiden. Dan,
pada Hari Amal Bakti ke-77 ini, atas nama Bapak Presiden, diberikan Penghargaan Satyalancana Karya
Satya 30 tahun kepada 936 orang, 20 tahun kepada
2.860 orang, dan 10 tahun kepada 6.277 orang ” tutupnya. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed