AMBON,MRNews.com,- Tanggal 4 September 2022 bakal menjadi waktu bersejarah bagi semua komunitas pecinta Ukulele di tanah Maluku.
Sebab di waktu tersebut jualah, resmi dicanangkannya Moluccan Ukulele Day atau hari Ukulele Maluku.
Bahkan, 1.200 lebih anak-anak di Maluku ikut terlibat memetik Ukulele bersama Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif dan Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena di Gedung Sport Hall Karang Panjang Ambon menandai pencanangan tersebut.
Penyelenggara kegiatan, Nico Tulalessy mengaku, 1200 lebih anak hadir di momen ini. Namun sebenarnya dari pendataan ada 1.500 pemain ukulele, hanya saja dari berbagai daerah banyak berhalangan sehingga ikut lewat online dan mengirim perwakilan termasuk dari Papua.
“Ini jadi awal. Maka kedepan target kita kedepan 2.000-3000 anak lain untuk bisa main Ukulele. Dimana setiap desa minimal
bisa ada kelompok musik Ukulele. Ini untuk minimalis bakalai dan hal-hal negatif lainnya di kalangan anak dan remaja Maluku,” sebut Tulalessy.
Dirinya bersyukur, tak saja momentum pencanangan Moluccan Ukulele Day terwujud, tetapi ada kepedulian dari Peavey Electronic Company, sebuah perusahaan elektronik asal USA lewat perutusannya, Akshay yang menyumbang 90 Ukulele bagi anak-anak pecinta Ukulele di Maluku.
Sementara itu, Kapolda Irjen Pol Lotharia Latif turut mengapresiasi keterlibatan ribuan anak Maluku pecinta Ukulele. Baginya, anak-anak apalagi yang masih dibawah umur 5 tahun bisa memainkan alat musik petik ini itu sesuatu yang luar biasa.
“Ini anak-anak yang luar biasa. Harus kita apresiasi, dibawah 5 tahun tapi sudah bisa main Ukulele. Ini dunia anak yang harus tumbuh, jangan biarkan mereka dewasa belum pada waktunya,” harap Lotharia.
Momentum Moluccan Ukulele Day yang dicanangkan ini pun kata Jenderal Bintang Dua ini membuat dirinya senang dan bangga. Maka harus jadi komitmen semua pihak untuk tunjukkan bahwa Ukulele ada untuk Indonesia, Ukulele ada untuk dunia.
Senada, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena juga apresiasi pencanangan Moluccan Ukulele Day.
“Sebab hal ini bernilai positif, selain bentuk mendukung Ambon sebagai City of Music, tetapi juga mengajak anak sejak dini untuk cintai, jaga dan harus lestarikan kearifan lokal daerahnya,” kuncinya. (MR-02)











Comment