Dalam sebuah sesi spesial KapanLagi Show, Adhisty Zara dan Ari Irham berbagi cerita menarik tentang film terbaru mereka, BERTAUT RINDU. Mereka berakting dalam kisah drama romantis dengan pesan tentang hubungan orang tua dan anak. Pengalaman syuting yang paling berkesan bagi mereka adalah saat pengambilan adegan di Curug Bandung pukul 3 pagi.
1. Apa yang Membuat Zara Menerima Tawaran Bermain di Film BERTAUT RINDU?
Adhisty Zara menjelaskan bahwa film ini fokus pada pesan tentang hubungan orang tua dan anak. Cerita film ini tentang dua anak yang memiliki latar belakang keluarga yang mirip, sehingga mereka bertaut. Magnus, yang diperankan oleh Ari Irham, adalah anak yang hidupnya penuh privilege tetapi tidak memiliki pilihan untuk hidupnya sendiri. Sedangkan Jovanka, yang diperankan oleh Zara, memiliki konflik dengan orang tuanya setelah perceraian. Film ini menjadi wadah untuk orang-orang yang kesulitan berkomunikasi dengan orang tua mereka.
2. Apa Tantangan dari Karakter yang Diperankan Zara?
Zara menjelaskan bahwa tantangannya dalam memerankan karakter Jovanka adalah mengambil emosi yang dalam, terutama dalam adegan yang memerlukan keberanian dan ketegasan. Karakter Jovanka sangat ambisius dan penuh semangat, yang membuatnya harus mempertahankan stabilitas emosional dalam setiap adegan.
3. Chemistry dengan Ari Irham Seperti Apa?
Zara mengungkapkan bahwa chemistry antara dirinya dan Ari Irham sangat menyenangkan, karena mereka sudah berteman lama dan memiliki kesamaan sebagai orang Bandung. Mereka telah bekerja sama dalam proyek sebelumnya dan telah membangun chemistry yang baik. Mereka menikmati proses syuting bersama dan bisa saling melengkapi dalam berakting.
4. Ada Tempat Syuting yang Berkesan?
Zara dan Ari Irham mengungkapkan bahwa salah satu tempat syuting yang paling berkesan bagi mereka adalah Curug Bandung pada jam 3 pagi. Syuting dilakukan dalam kondisi dingin dan saat bulan puasa, yang membuatnya menjadi pengalaman yang menantang. Proses syuting film ini berlangsung selama satu setengah bulan dengan pre-production yang cukup intens.
5. Hal-Hal Baik yang Terjadi Belakangan?
Ari Irham berbagi bahwa hal baik yang terjadi dalam hidupnya saat ini adalah kesempatan untuk mencoba hal-hal yang diinginkannya, yang merupakan sebuah privilege. Sedangkan Zara menyatakan bahwa film ini memberikan pelajaran bagaimana menyampaikan perasaan kepada orang tua, sehingga komunikasi menjadi lebih baik.
6. Scene Paling Susah Menurut Ari Irham dan Adhisty Zara?
Mereka berbagi bahwa adegan yang paling sulit adalah saat pengambilan adegan di Curug Bandung, di mana kondisi ekstrem dan emosional membuat mereka harus menarik nafas dalam-dalam sebelum melakukan adegan. Proses syuting di tempat tersebut membutuhkan kesabaran dan ketahanan fisik yang tinggi.
7. Soal Film yang Diadaptasi dari Novel?
Mereka membahas tentang adaptasi film dari novel, di mana penyesuaian cerita dari novel ke dalam film tidak selalu sama persis. Mereka mengungkapkan bahwa film ini tetap mempertahankan benang merah cerita yang sama dengan novelnya, namun ada beberapa perubahan yang dilakukan demi kebutuhan visual dan pesan yang ingin disampaikan.
8. Pertanyaan dari Netizen dan Movieverse Untuk Zara dan Ari Irham
Selama sesi QnA dengan Movieverse, Zara dan Ari Irham menjawab pertanyaan-pertanyaan menarik. Mereka berbagi momen-momen terbaik selama proses syuting, tantangan dalam memerankan karakter, dan pesan moral yang ingin disampaikan melalui film BERTAUT RINDU. Mereka juga berbagi tentang adegan yang paling sulit dan momen yang paling mereka rindukan selama proses syuting.
Artikel serupa :
- Pesan Moral Film ‘BERTAUT RINDU’ Menyentuh: Ari Irham Berbagi Inspirasi
- Proses Syuting ASSALAMUALAIKUM BAITULLAH: Kisah Tissa Biani dan Arbani Yasiz
- Dea Annisa Akui Banyak Adegan Sulit: Karakter Gwen dalam Film ‘ASRAMA PUTRI’
- Kameramen Film WEAPONS Pilih Pakai Sepatu Roda: Enggak Disangka!
- Adinda Thomas Antusias: Kisah Hantu Dicintai ‘LEBIH DARI SELAMANYA’ Lolos Sensor

Sebagai jurnalis televisi yang telah berkarier selama lebih dari delapan tahun,
Rizky Aditya dikenal karena kepiawaiannya dalam menyajikan laporan
langsung dan investigasi mendalam.






