by

Perempuan Dusun Siwang Panen 4 Rak Sayuran Hidroponik

AMBON,MRNews.com,- Untuk kedua kalinya, kegiatan pemberdayaan ekonomi kelompok perempuan melalui budidaya sayuran sehat dan segar dengan teknik hidroponik berjalan sukses dengan panen 4 rak sayuran di Dusun Siwang Negeri Urimessing Ambon, Jum’at (9/9).

Budidaya sayuran hidroponik dilakukan dalam rumah plastik seluas 88 meter persegi pada 4 rak berisi 200 lubang tanam, dengan 4 jenis tanaman yakni Selada, Samhoong, Sawi Sendok dan Sawi Putih.

“Butuh waktu sampai panen itu 1,5 bulan. Kita semai benih, 2 minggu masukan di rak dan sebulan kemudian sudah panen. Penjualannya itu ketika mau panen, dipromosi lebih dulu ke media sosial dan sudah ada pesanan. Setelah ini kita akan juga salurkan ke dosen, Majelis Jemaat dan lainnya,” jelas Audrey Leatemia, Ketua Kelompok Penerima Hibah Program AGS.

Diharapkan kedepan, jika produksi sudah kontinu, pasar swalayan menjadi sasaran. Namun ada syaratnya, harus memiliki sertifikat prima tiga yang dikeluarkan organisasi kompetensi ketahanan pangan (OK2P). Dimana nantinya mereka akan ambil sampel bebas pestisida dan bebas cemaran bakteri.

“Kalau Hidroponik sudah pasti bebas pestisida karena tidak ada penyemprotan. Nanti pasca panen ini akan diambil sampel dari keempat jenis sayuran sehingga kedepan produksi sayuran hidroponik dari KUBE Horeb bisa masuk swalayan,” harapnya.

Ditegaskan, perempuan menjadi sasaran pemberdayaan budidaya tanaman hidroponik ini karena mereka jadi tulang punggung keluarga, masyarakat dan bangsa. Sekaligus ekonomi keluarganya bisa maju dan mandiri hanya dengan budidaya tanaman hidroponik ini.

Ditempat yang sama, Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Ny Linda Wattimena yang ikut panen raya mengapresiasi kerjasama kelompok penerima hibah program AGS Fakultas Pertanian Unpatti dan KUBE Horeb Dusun Siwang yang hasilkan panen 4 rak sayuran hidroponik sehat dan segar.

“Saya tadi beli keempat jenis sayuran itu. Bagus sekali model pemberdayaan ini. Memang kalau saya sering konsumsi sayuran hidroponik, ketika ke swalayan cari,” terang isteri Penjabat Walikota Ambon itu.

Menurutnya, apa yang dilakukan ini jadi motivasi Tim Penggerak PKK untuk pada waktu dekat turun ke semua kecamatan guna membentuk dasa wisma dan melakukan kreativitas, inovatif.

“Sebenarnya dasa wisma sudah ada dari dulu, cuma karena terhalang Pandemi Covid-19 sehingga tidak aktif. Maka tujuan kami agar kelompok dasa wisma yang diisi perempuan-perempuan hebat bisa aktif kembali, agar semakin kreatif dan inovatif serta lebih mandiri,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed