by

Penyesuaian Jadwal Presiden, Kongres HMI XXX di Ambon Ditunda

AMBON,MRNews.com,- Pelaksanaan Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) XXX di Kota Ambon terpaksa ditunda hingga 14 Februari mendatang dari jadwal semula pada 9 Februari.

Penundaan Dies Natalis dan Kongres HMI tersebut karena menyesuaikan dengan agenda Presiden RI, Joko Widodo.

“Sebenarnya tanggal yang diputuskan melalui rapat harian di PB HMI waktunya 12 Februari untuk pelaksanaan Kongres. Namun, setelah dikoordinasikan beberapa agenda strategis, dengan harapan kita agar pak Presiden Joko Widodo bisa menghadiri kongres. Maka, setelah dikonfirmasi ternyata tanggal 12 itu tidak bisa, dan sebelumnya diminta 9 Februari. Kami sudah merumuskan. Namun, kemarin ada konfirmasi balik untuk kami, kalau persiapan pak Presiden tanggal 14 Februari. Ini yang membuat terjadinya kemunduran,” ujar salah satu Sterring Comitte (SC) Kongres, Firdaus Djalal, kepada awak media, Minggu, (04/02/2018).

Menurutnya, untuk kesiapan mekanisme atau ihwal lainnya pelaksanaan Kongres HMI, sudah dipersiapkan sejak 31 Januari 2017 lalu.

“Kalaupun persiapan-persiapan teknis, mekanisme ataupun acara-acara, sudah dipersiapkan SC mulai tanggal 31, baik tahap penjaringan kandidat bakal calon. Itu domain yang ada di SC,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Nasional Kongres (Panasko) Fauzi Marasabessy mengungkapkan, tugas dan fungsi sebagai Panasko adalah menerjemahkan sejumlah hal yang telah dirumuskan SC.

“Jadi kalau soal waktu, sudah disampaikan dari SC. Sedangkan kita (Panasko) hanya menerjemahkan saja,” tuturnya.

Selain itu, Fauzi mengatakan, Panasko dan Panitia Lokal (Panlok) telah membangun sinergitas yang efektif, guna menyiapkan ihwal Kongres yang dirumuskan SC.

“Namun yang terpenting disini, ada agenda lokal yang di nasionalisasikan, agenda-agenda lokal inilah yang membutuhkan sinergitas Badko Mal-Malut dan keluarga besar HMI Cabang Ambon bagaimana pada saat pelaksanaan,” tukas mantan ketua HMI Cabang Ambon ini.

Selain itu, kata Fauzi, ada pula agenda-agenda yang telah dirumuskan SC sesuai dengan tema Kongres, yakni “Meneguhkan Kebangsaan Wujudkan Indonesia Berkeadilan”.

“Itulah sumber agar bagaimana cara dalam Kongres ini dapat menjawab segala dinamika lokal dan nasional yang diwujudkan dalam kehidupan bernegara,” ucapnya.

“Namun, yang penting dari kami Panasko adalah membangun sinergitas dengan Panlok agar visi bersama untuk mensukseskan Kongres terlaksana dengan baik,” sambungnya. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed