by

Penggunaan Barcode Saat Naik Angkot, Komisi III Rencana Panggil OJK

AMBON,MRNews.com.- Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk menerapkan sistem pembayaran angkutan umum (Angkot) di Kota Ambon dengan mengubah dari sistim pembayaran tunai dengan menggunakan Barcode menuai kritikan pedas dari Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Maluku, Anos Yermias.

Kepada media, Yermias yang melakukan on the spot menegaskan jika rencana kebijakan Pemkot Ambon tidak disetujui penumpang maupun pengemudi Angkot.

Ditegaskannya, jika kebijakan Pemerintah Kota Ambon dengan menerapkan Barcode pada 29 Oktober 2021 (red-besok) merupakan kebijakan yang tidak populer.

Ditakutkan, ada upaya kerjasama antara Pemerintah Kota dengan pihak Bank tertentu maupun OJK.

Tagal itu menurut Yermias dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Ketua Komisi III untuk segera mengundang OJK guna membahas kebijakan penggunaan Barcode saat transaksi di dalam mobil angkutan umum.

“Saya katakan ini kebijakan Pemkot Ambon yang tidak populer. Bisa saja ada dugaan kerjasama dengan pihak bank tertentu maupun dengan OJK. Karena itu secepatnya kita akan panggil OJK” kata Yermias di DPRD Maluku, Kamis (28/10).

Mestinya dalam menerapkan kebijakan pemerintah harus peduli dengan rakyat. Karena apa ya diterapkan pemerintah harus memberi rasa nyaman dan keuntungan bagi rakyat.

“Kalau dengan menggunakan Barcode, siapa yang untung dan siapa yang buntung. Ini bukan busway ini hanya angkutan umum. Sehingga kebijakan ini perlu dikaji lagi,” tegasnya.

Angkutan umum dalam kota Ambon ini dengan jarak yang tidak menentu. Sehingga apakah kebijakan penggunaan Barcode sudah memasukan biaya dengan memperhitungkan jarak.

“Rata – rata pengemudi angkutan umum dan penumpang tidak setuju dengan pemberlakuan barcode Jangan sampai tarif dengan menggunakan Barcode justru merugikan penumpang atau bahkan merugikan sopir angkutan” tegasnya.

“Saya minta Walikota Ambon tinjau lagi penggunaan barcode dalam membayar jasa angkutan. Dengan kondisi Pandemi Covid-19 mesti kebijakan pemerintah populis dengan memperhatikan kondisi masyarakat” demikian Yermias. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed