AMBON,MRNews.com,- Untuk terus melakukan pengembangan kerjasama di bidang kesehatan, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Walikota Richard Louhenapessy dan Pemkot Vlissingen, Belanda lewat Walikotanya, Bas van den Tilaar melakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang berlangsung di Balai Kesehatan Mata Vlissingen, Transit Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, Rabu (17/10/18).
Walikota Vlissingen, Bas van den Tilaar mengatakan penandantanganan LoI diantara kedua negara menandakan adanya prospek kedepan dalam banyak hal di berbagai bidang, untuk pembangunan kedepan terutama kesehatan. Apalagi telah dijalankannya project health care beberapa waktu lalu yang pembukaannya berlokasi di lantai dua Balaikota Ambon. Hal itu dipandang sangat penting karena dimulai dari bayi dan juga merupakan aset kedepan, itu bagian dari project kesehatan yang baru.
“Sering juga ada pertanyaan bagaimana kalau kita lakukan pengembangan kerjasama di bidang fisioterapi, itu penting untuk kebutuhan di Kota Ambon. Kalau misalnya ada pertanyaan baru, kita akan pikirkan proyek apa. Saat pembukaan child project karena ada pertanyaan apa yang bisa Pemkot Vlissingen lakukan dengan anak-anak yang kecil dan munculah child care project. Kedepan mungkin ada pertanyaan-pertanyaan yang akan menjadi project untuk pengembangan Kota Ambon dalam kerjasama dengan kota Vlissingen dan yayasan Sister City, Ambon-Vlisingen,” tandasnya.
Dalam perjalanan kerjasama selama lima tahun dengan Pemkot Ambon di bidang kesehatan tambah Tilaar, pihaknya mendapat banyak sekali pengalaman, dimana ada prosedur baru, teknik baru yang dipelajari. Sehingga dapat disimpulkan kerjasama ini berjalan dengan baik dan bukti konkritnya lewat keberadaan balai kesehatan mata Vlissingen ini.
“Ketika ketemu perawat-perawat di rumah sakit saat kunjungan, ada interaksi. Mereka memberi atensi kepada saya, jika ada test lagi, maka pasti akan sukses karena sudah belajar dari project ini dan training on job. Sehingga saya memiliki kesan positif terhadap kerjasama yang dijalin selama ini karena projectnya berjalan dengan baik. Orang mendapat banyak pengalaman, teknik baru. Contoh konkrit adalah bangunan balai kesehatan mata Vlissingen ini. Dalam jangka waktu lima tahun kerjasama adanya bangunan ini sudah bisa melayani banyak orang,” terangnya.
Sementara Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengaku, selama lima tahun kerjasama Ambon-Vlissingen ini, ternyata dampak dari kehadiran klinik mata sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Ambon. Pertama, pelayanan cuma-cuma di bidang kesehatan, kedua, transfer teknologi yang juga dibawa dari Belanda ke Ambon. Ketiga, fasilitas perlengkapan yang semakin memadai. Semua itu mengarah kepada hal-hal yang sangat positif bagi pengembangan sektor kesehatan khususnya mata.
Sehingga dengan begitu, diakuinya, tidak tertutup kemungkinan, nalai kesehatan mata Vlissingen ini bisa menjadi rumah sakit khusus mata, untuk Maluku bahkan Papua. Karena yang paling utama adalah soal transfer teknologi. Dimana teknologi dari Belanda begitu cepat berubah, dapat ditransfer langsung kepada para dokter dan perawat yang ada di kota Ambon. Sementara terkait kemungkinan penambahan dokter mata di klinik, pihaknya masih sementara pertimbangkan karena memang dari yayasan juga meminta penambahan dokter spesialis mata.
“Bisa terjadi. Karena yang paling utama soal transfer teknologi, itu paling utama. Terkait penambahan dokter mata masih dipertimbangkan karena memang yayasan juga minta ditambah dokter spesialis mata. Mata ini khan sama dengan uban saja. Tanpa direkayasa pun juga mata kita akan alami katarak, jadi sama. Sehingga harus dilengkapi fasilitas yang memadai, mungkin tenaga dokter spesialis ditambah. Bentuk kerjasama itu positif, apalagi kalau berdampak. Untuk apa buat banyak kerjasama pada akhirnya nol. Lebih baik kita fokus klinik mata, kemudian mungkin pendidikan. Betul-betul fokus sehingga dirasakan masyarakat. Jangan mau banyak padahal hasilnya tidak maksimal. Klinik ini contoh kerjasama selama lima tahun,” pungkasnya. (MR-02)











Comment