“Pembangunan bendungan Way Apu, Namlea, Kabupaten Buru itu, saat kunjungan dilaporakan akan menelan biaya lebih dari Rp 2,1 Triliun,” ujar Gubernur Maluku, Said Assagaff kepada awak media di kantor Gubernur, Rabu (13/2/19).
Kepastian anggaran tersebut, kata Assagaff setelah dilakukannya kunjungan lapangan oleh pemerintah provinsi bersama dengan Direktur Jendral (Dirjen) sumber daya air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Hari Suprayogi di lokasi kerja bendungan Way Apu, Selasa (12/2).
Dalam kunjungan kerja tersebut pula, diakui Assagaff, dirinya bersama Dirjen telah melakukan pencanangan dimulainya pekerjaan pembangunan bendungan Way Apu serta sudah ditandatanganinya prasasti. Dimana dari 10 program prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dibawah Presiden Joko Widodo, bendungan Way Apu salah satu yang menjadi prioritas dan pertama mulai dikerjakan dalam tahun ini.
“Yang pertama, mulai dikerjakan oleh pemerintah itu bendungan Way Apu. Karena dia masuk program prioritas pemerintah pusat. Setelah itu, baru disusul kemungkinan oleh proyek-proyek lain yang juga jadi prioritas pemerintah,” terangnya.
Dengan dimulainya pembangunan bendungan Way Apu, Gubernur berharap kedepan akan diikuti pula pembangunan prioritas lainnya seperti pembangunan pelabuhan kontainer terbesar yang ada di Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah, serta pembangunan bandara untuk pariwisata di Banda, Maluku Tengah dan fly over di kawasan Batu Merah, Kota Ambon. “Desain sudah, izin analisa dampak lingkungan (Amdal) juga mulai kita lakukan untuk pelabuhan kontainer. Setelah itu mungkin bandara untuk pariwisata di Banda dan juga desain fly over di Ambon sebagai prioritas,” beber Assagaff.
Sebagaimana diketahui, Bendungan Way Apu terdiri dari tiga paket dengan total Rp 2,223 triliun terdiri dari pembangunan fisik meliputi paket 1 dengan kontraktor PT. Pembangunan Peruhaman – PT Adhi Karya (KSO) senilai Rp 1,609 triliun, paket 2 dengan kontraktor PT Hutama Karya – PT Jasa Konstruksi (KSO) senilai Rp 1,103 triliun dan kontrak paket supervise senilai Rp 74 miliar dengan PT. Indra Karya.
Bendungan Way Apu dilaksanakan melalui paket multi years contract hingga tahun 2022, bendungan tersebut akan memiliki volume tampung 50 juta meter kubik yang akan mengairi lahan irigasi seluas 10.000 ha, untuk air baku 250 m/detik, dan listrik sebesar 8 megawatt. (MR-02)











Comment