AMBON,MRNews.com,- Untuk memantau pelaku perjalanan (PP) yang nantinya bakal dikarantina pada 8 sekolah di Kota Ambon, Dinas Kesehatan (Dinkes) telah memilih langkah untuk menyiapkan posko on call ketika dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan.
Kepala Dinkes Ambon Wendy Pelupessy katakan, posko on call dimaksudkan tidak standby 24 jam pada lokasi karantina. Tetapi ketika dibutuhkan saat terdapat gejala dari PP, maka dihubungi dan petugas medis datang ke lokasi. Sebab PP dalam kategorinya sehat, bukan seperti PDP atau pasien positif.
“Katong (kita) itu on call. Sebab dikarantina hanya PP, mereka sehat. Jadi saat dibutuhkan, dihubungi kita datang periksa kesehatan. Nanti dibagi siapa yang tanggungjawab disekolah itu. Tapi tidak setiap saat disitu. Katong ada posko yang sifatnya on call,” kata Wendy saat dihubungi via seluler, Jumat (24/4).
Adanya opsi posko on call, karena menurut pertimbangan Wendy, tenaga kesehatan di Dinkes Ambon masih dibutuhkan untuk yang lain tak kalah penting seperti tracking perjalanan pasien positif serta masih periksa di Puskesmas.
“Karena tiap hari pasien banyak datang untuk periksa kesehatan ditengah pandemi ini. Sehingga harus benar-benar semua aspek tidak boleh ditinggalkan,” tegas ketua IDI kota Ambon.
Nantinya tambah Wendy, semua elemen berperan dilokasi karantina PP untuk jaga 24 jam, seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun Satpol PP.
“Semua ada, yang jaga 24 jam mereka itu, sesuai jadwal. Kalau katong, ada yang sakit nanti mereka yang hubungi kita untuk datang periksa,” tukas Wendy. (MR-02)











Comment