AMBON,MRNews.Com.- Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Suko Pranoto memimpin Upacara Peringatan Hari Ibu ke-90 Tahun 2018, yang diikuti oleh Prajurit dan PNS Kodam XVI/Pattimura, bertempat di Lapangan Makodam XVI/Pattimura, Ambon.Sabtu (22/12). Dalam Upacara tersebut turut hadir semua Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), mulai dari Komandan Upacara (Danup) Letkol Caj (K) Siti Arafah Husaran jabatan sehari-hari Kasetumdam XVI/Ptm, Perwira Upacara Kapten Caj (K) Marlina Mailuhu, S.Sos. Amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana Yembise yang dibacakan Pangdam mengatakan, hakekat Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia. Pangdam menambahkan, Lebih utama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Kata Dia, PHI juga diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. “Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami, memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggungjawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki mulai dari lingkup keluarga, masyarakat bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perempuan dan laki-laki keduanya adalah “parthnership” sekaligus sumber daya insan yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional”, kata Menteri. Bertepatan dengan PHI ke-90 Tahun 2018 ini telah diusung tema : “Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa”. Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia Tahun 2018 dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan PP dan PA sebagaimana telah tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta mewujudkan Nawacita sebagai salah satu agenda nasional. Berbagai persoalan sosial saat ini marak terjadi, dan berdampak kepada kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk melakukan diskriminatif dan lain-lainnya. Tentunya diperlukan berbagai cara untuk dapat mencegahnya. Peran keluarga menjadi salah satu yang diharapkan dapat menjadi bagian utama/pilar untuk mencegah terjadinya kekerasan melalui penanaman nilai-nilai, karakter, dan budi pekerti. Ketahanan keluarga sekaligus menjadi pondasi dalam menerapkan kehidupan yang harmonis, damai, dan religius.(MR-03).
Pangdam XVI Pattimura Gelar Upacara Hari Ibu











Comment