AMBON,MRNews.com,- Musyawarah IX Wilayah Muhammadiyah Maluku yang dihelat pada 10-12 Maret 2023 di Kota Ambon akan melahirkan sejumlah rekomendasi strategis baik kepentingan organisasi, keumatan maupun bangsa.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku, Hi Latua katakan, harapannya lewat Muswil ini akan melahirkan semangat baru sebagai suatu upaya meningkatkan jiwa patriotisme dalam rangka melaksanakan program-program Muhammadiyah terkait kemajuan umat dan bangsa.
“Kemudian diharapkan apa yang dilahirkan dari Muswil ini, betul-betul sesuai kebutuhan, persoalan umat dan bangsa khususnya di Maluku. Dimana semua komponen harus bekerjasama untuk meningkatkan usaha-usaha dan disisi lain harus mempunyai karya-karya terbaik,” jelasnya di BPSDM Ambon, Sabtu (11/3).
Muswil sebutnya, telah ada panduan, dimana hal-hal substansi yang akan dibicarakan selain program umum Muhammadiyah tapi juga masalah-masalah kebangsaan dan keumatan.
“Semua yang dicakapkan nantinya akan dituangkan dalam bentuk rekomendasi pikiran Muswil IX Maluku,” terang Latua.
Sebelumnya, Ketua Panitia Muswil IX Muhammadiyah Maluku, Abdullah Marasabessy katakan, paling subtansi dari Muswil ialah proses-proses persidangan. Sebab tujuan akhirnya ialah sukses laporan pertanggungjawaban dan program, sukses proses dan sukses kepemimpinan.
“Dalam waktu 2 hari Muswil ini, diharapkan bisa melahirkan rekomendasi-rekomendasi yang akan memberikan jalan terbuka untuk Maluku kedepan dan suksesi kepemimpinan Muhammadiyah Maluku selanjutnya,” jelas Marasabessy.
Mengenai suksesi kepemimpinan di Muhammadiyah sebut mantan anggota DPRD Maluku itu, berbeda dengan organisasi masyarakat (Ormas) lainnya. Dimana tidak dipilih Ketua, tapi anggota pimpinan wilayah Muhammadiyah oleh forum Muswil.
Nanti setelah terbentuk, barulah mereka akan berembuk untuk menentukan struktur. Sehingga jarang terjadi di Muhammadiyah, ada terjadi gontok-gontokan, kubu-kubuan, karena semua dijalani secara musyawarah.
“Kita pilih pimpinan kolektif, itu sistem yang terjadi di Muhammadiyah. Konsep dan sistem ini dibuat Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Guna hindari perpecahan diantara sesama kader. Jadi setiap orang diberikan hak yang sama, bebas untuk memilih 11 orang dari calon anggota tetap pimpinan wilayah Muhammadiyah,” pungkasnya.
Diketahui, berdasarkan pantauan lapangan,
dua rekomendasi politik hasil Muswil Muhammadiyah Maluku yakni pertama; Muhammadiyah tidak menginginkan Pemilihan Umum (Pemilu) ditunda.
Karena itu, didesak pemerintah, DPR, KPU dan Bawaslu agar tetap menyelenggarakan Pemilu Legislatif dan Presiden sesuai komitmen bersama pada 14 Februari 2024 serta Pilkada serentak 27 November 2024.
Kedua; Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik praktis partai politik apapun. Namun Muhammadiyah terlibat dalam politik kebangsaan, sehingga Muhammadiyah mendukung kader-kadernya yang berkontestasi dalam kegiatan politik. (MR-02)








Comment