by

Mitigasi Bencana Melalui Rancang Bangun Tahan Gempa, BNPB Gagas Bimtek PB

AMBON,MRNews.com,- Sebagai upaya mitigasi bencana melalui rancang bangun tahan gempa, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI menggagas Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Bangunan (PB) di Swissbell-Hotel Ambon, Minggu (17/10/21).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon Demmy Paays katakan, kegiatan Bimtek ini diselenggarakan dalam rangka memperingati bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2021 di Kota Ambon, dengan puncaknya pada 19 dan 20 Oktober mendatang.

“Peserta berasal dari BPBD Provinsi, Kota/Kabupaten dan instansi teknis terkait rancang bangun tahan gempa. Bimtek ini direncanakan dua hari termasuk akan lakukan uji lapangan,” jelasnya.

Sementara, Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB Udrekh mengaku,
Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan program penyusunan perangkat penilaian bangunan tahan gempa yang dilaksanakan oleh BNPB bekerjasama dengan Pusat Studi Gempa Yogya.

Perangkat penilaian yang akan diintegrasikan kedalam aplikasi InaRisk ini disusun dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan Pemerintah daerah terkait pentingnya memperhatikan aspek “struktur bangunan” dalam mencegah dan meminimalisir dampak gempabumi.

“Untuk mengetahui sejauh mana perangkat ini dapat diaplikasikan dan dimanfaatkan maka perlu dilakukan implementasi langsung di lapangan,” tukas Udrekh saat membuka Bimtek.

Sebelum uji lapang dilaksanakan, akan diberikan Bimtek. Dengan harapan seluruh peserta mampu memahami dan mengimplementasikan penilaian kerentanan bangunan melalui perangkat yang disediakan dalam laman InaRISK Personal.

Lebih jauh lagi diharapkannya, para peserta yang mengikuti Bimtek ini baik secara langsung maupun virtual, mampu membantu masyarakat sekitar dalam menilai kerentanan bangunan yang ditempati.

Sehingga tujuan pengurangan risiko bencana dapat tercapai dari sisi struktural maupun kultural.

“Untuk itu dukungan Pemerintah Daerah sangat penting dalam pengembangan dan penggunaan perangkat ini guna meminimalisir risiko yang mungkin ditimbulkan dari ancaman bencana gempabumi,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed