by

Melalui FGD, GPM Ajak Stakeholder Peduli & Rawat Lingkungan

AMBON,MRNews.com,- Gereja Protestan Maluku (GPM) melalui Departemen Pengembangan Oikumene Semesta (POS) Komisi Lingkungan Hidup mengajak seluruh stakeholder di Maluku untuk peduli, menjaga kelestarian alam dan lingkungan yang mulai terberangus dirusaki.

Ajakan itu terbangun lewat Focus Group Discussion (FGD) menghadirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, akademisi, praktisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda berbagai komunitas peduli lingkungan, LSM di aula kantor Sinode GPM, Kamis (3/6).

Wakil ketua umum MPH Sinode GPM Pendeta Hendri Hetharie mengatakan, GPM sebagai lembaga sosial keagamaan memiliki tanggungjawab bahwa masalah lingkungan itu tugasnya pemerintah atau pihak lain saja, tapi termasuk Gereja. Artinya, menjadi tanggungjawab bersama.

“Sebab Gereja dari sisi alkitabiah telah memahami bahwa alam yang Tuhan ciptakan ini baik dan disediakan manusia untuk menikmatinya. Cuma karena ulah manusia, sehingga kebaikan Tuhan itu berubah menjadi bencana,” tandas Hendri saat membuka FGD.

Oleh sebab itu kata Hendri, tugas Gereja adalah mengingatkan umat dan seluruh masyarakat untuk menjaga, pelihara lingkungan dan alam ini. Maka bentuk nyata dengan FGD digagas.

“Akan terbangun diskusi dari para pakar untuk petakan masalah yang terjadi, katong tindaklanjut dengan kegiatan-kegiatan yang mengingatkan umat diseluruh wilayah Sinode, Klasis, Jemaat tapi juga lewat aksi nyata dengan penanaman anakan pohon sebelum FGD ini pekan lalu agar ada keseimbangan,” jelasnya.

Lewat momentum ini, diharapkan Klasis dan Jemaat juga melakukan diwilayah yang kritis dan rawan bencana. Sekaligus bentuk otokritik bagi pemerintah bahwa dalam kebijakan memberi ijin terkait pengelolaan alam, hutan harus melihat aspek kemanusiaan, tak saja kepentingan pembangunan dan ekonomi.

“Sebab dampak dari ijin itu sangat besar bagi kerusakan lingkungan baik penebangan hutan, eksploitasi tambang dan sebagainya. Ini upaya GPM mengingatkan bahwa lingkungan jadi masalah serius. Dan GPM memberi perhatian secara kelembagaan dari Sinode, Klasis hingga Jemaat,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Roy Siauta mengapresiasi FGD yang digagas GPM, selain karena sejalan dengan program pemerintah tapi sebagai bentuk kepedulian lembaga sosial keagamaan yaitu Gereja bahwa lingkungan sangat penting dalam menata kehidupan umat.

“Ini menunjukkan kepedulian, melestarikan lingkungan bukan ansih ada di pemerintah saja. Tapi sesungguhnya ada pada semua stakeholder. Apalagi GPM berkomitmen kegiatan serupa akan kontinu sampai ke tingkat Jemaat. Ini jelas sangat membantu pemerintah,” beber Roy.

Sebagai bentuk apresiasi, pihaknya kata Roy, akan memberi bantuan tanaman anakan pohon umur panjang 200-300 buah untuk kegiatan penanaman pohon pasca ini oleh GPM pada wilayah yang sudah terpetakan untuk harus diproteksi.

Diketahui, FGD ini hadirkan narasumber diantaranya Kepala DLH Maluku, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Maluku Muhammad Marasabessy, Kepala Dinas Kehutanan Maluku Sadli Ie, Jusmi Putuhena Dosen Kehutanan Faperta Unpatti dan Pendeta Steve Gaspersz, akademisi sekaligus praktisi masalah lingkungan. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed