AMBON,MRNews.com,- Dunia media sosial (Medsos) jejaring facebook beberapa hari terakhir ini ramai disibukan dengan singkatan atau akronim berbagai macam bentuk dan model, dilakukan oleh orang dewasa hingga anak-anak sebagai pengguna facebook. Meski dilain sisi terbilang “kreatif” dan mengundang gelak tawa karena artinya serta menghindarkan bertebarannya Hoax dan ujaran kebencian via medsos, tapi disisi lain pula hal itu mendatangkan kerisauan dari orang lain yang memandang hal itu tidak positif.
Masyarakat Maluku dan Kota Ambon khususnya para netizen (warga facebook) pun diharapkan, untuk mensukseskan pelaksanaan pesta paduan suara gerejani (Pesparani) Katholik nasional pertama yang akan terlaksana di Kota Ambon, 27 September-01 November 2018, ketimbang sibuk dengan singkatan.
“Basudara samua daripada katong (kita) tinggal sibuk deng (dengan) akronim dan atau singkatan kata demi kata yang sebenarnya seng (tidak) tahu tujuan dan manfaatnya bagi pribadi dan keluarga apa, lebih baik mari sukseskan event nasional Pesparani yang mengusung tema “Membangun Persaudaraan Sejati” dan Motto “Dari Maluku Untuk Indonesia” dengan tujuan memperat tali persaudaraan antar umat beragama di Indonesia, pada tanggal 27 Oktober- 01 November 2018, yang pembukaannya berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon dan dihadiri pejabat-pejabat negara,” ajak salah satu netizen, Mawan Kresna Rante dalam laman facebook miliknya, Selasa (23/10/18).
Basudara masyarakat Maluku, Kota Ambon khususnya para netizen kata Rante, dapat mendukung kegiatan ini dengan cara, pertama, tidak berbuat hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan keamanan di tengah-tengah masyarakat termasuk hal-hal negatif di Medsos. Kedua, tidak melakukan balap liar dan wajib menaati rambu-rambu lalu lintas.
Ketiga, tidak mengkonsumsi minuman keras dan atau perjudian di sembarangan tempat. Keempat, tidak membuang sampah sembarangan dan turut serta menjaga kebersihan Kota Ambon dan sekitarnya. Kelima, bersahaja dengan tamu-tamu kontingen dan atau peserta Pesparani dari semua provinsi. “Pesan saya, mari jadilah tuan rumah yang baik untuk Kota Ambon yang lebih maju & bermartabat di masa depan,” tandasnya.
Ajakan untuk masyarakat Maluku khususnya Kota Ambon mendukung pelaksanaan Pesparani juga datang dari Ketua umum BPD HIPMI Maluku, Jaqueline Margareth Sahetapy (JMS).
“Mari, kita harus menjadi tuan rumah yang baik untuk Kota Ambon, Maluku lebih maju & bermartabat. Pesparani sukses, berarti sukses bersama pemerintah, panitia dan semua umat di Maluku bukan saja umat Katholik. MTQ dan Pesparawi nasional bisa sukses di Ambon, Pesparani juga harus lancar dan sukses. Dengan tetap menjaga kebersihan kota, ketertiban dan keamanan lingkungan masing-masing, ciptakan keramahan dan keharmonisan satu dengan lainnya terutama bagi para tamu. Tunjukkan bahwa Maluku ada sebagai laboratorium umat beragama dan Ambon, kota perdamaian,” tutup JMS. (MR-02)











Comment