by

Lapak “Mubazir” & PKL Bandel Mardika Tunggu Waktu Ditertibkan Lagi

AMBON,MRNews.com,- Langkah persuasif masih saja ditempuh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di pasar dan terminal Mardika yang masih berdagang di badan jalan, akan tetapi tidak diindahkan.

Belum lagi muncul lapak “Mubazir” yang seharusnya jadi lokasi berjualan tapi beralih fungsi menjadi tempat tidur, tempat sampah hingga lokasi jemuran pakaian. Penertiban tegas bagi kedua segmen itu pun menunggu waktu pasca evaluasi.

Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena tegaskan, bahwa sejak awal lapak yang dibangun diatas trotoar itu bukan kesengajaan Pemkot tapi dibangun untuk menampung pedagang eks gedung putih Mardika dampak revitalisasi.

“Kita tidak punya tempat lain. Maka saya mau bongkar adalah pedagang yang sudah beli lapak tapi tidak masuk, masih berjualan di badan jalan dan terminal. Kan mestinya kalau sudah beli, harus masuk tempati bukan sebaliknya jadi tempat sampah, tempat tinggal,” tegasnya.

“Kan tidak boleh itu. Lapak dibangun untuk pedagang berjualan. Jadi yang sudah bayar tapi tidak masuk akan kita bongkar. Himbauan ini kita berikan, nanti baru ketauan siapa yang sudah bayar tapi belum masuk dan lapak mana yang belum dibeli,” sambung Wattimena di Ambon, Selasa (4/10).

Dirinya mengaku telah perintahkan Dinas Perindag untuk lakukan perhitungan dan pendataan terkait ini. Dan karena itu pada waktunya tetap dibongkar lapak yang mubazir tanpa adanya ganti rugi.

“Tidak ada ganti rugi, itu resiko mereka. Sekarang kita himbau. Kalau tidak masuk, kan mubazir dibangun. Kita akan evaluasi, surat peringatan ke pedagang sudah kita sampaikan. Tanggal 1 kan kita janji (bongkar), kita akan evaluasi berapa yang sudah masuk dan belum,” jelasnya.

Menindaklanjuti perintah Penjabat Walikota, koordinator tim penertiban pasar Mardika Pemkot Ambon, Fahmi Salatalohy dikawal Satpol PP turun survey lokasi terminal, pasar Mardika dan lapak.

“Hari ini kita hanya datang mengimbau. Kita tegaskan kepada mereka, kalau besok masih jualan lagi di badan jalan, otomatis kita akan tertibkan,” tegas Asisten II Setkot Ambon itu.

Dia menegaskan, jika PKL tidak mendengar himbauan demi kepentingan bersama, otomatis pihaknya tetap memberi tindakan tegas agar supaya dapat menjadi efek jera untuk tidak dilakukan lagi kedepan.

“Besok kalau datang tinjauan mereka (PKL) masih jualan di badan jalan lagi, maka harus diberi tindakan tegas. Semua barang jualan akan kita angkut. Ini demi kepentingan dan kenyamanan bersama, jalan bukan tempat jualan,” paparnya.

Selain itu, tambahnya, penertiban juga bakal dilakukan bagi lapak-lapak pedagang yang tidak sesuai peruntukannya.

“Misalnya lapak di trotoar, ada yang jualan pakaian cakar bongkar, mestinya bukan disitu tapi di Arumbai. Itu juga akan ditertibkan,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed