AMBON,MRNews.com,- Kwaku Summer Festival Internasional 2018 di Taman Nelson Mandela Amsterdam, Belanda, pelaksanaannya resmi dibuka oleh Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Sabtu (28/7/2018). Dimana event ini merupakan festival budaya terbesar di Belanda yang dikhususkan bagi masyarakat Belanda pendatang, guna mempromosikan seni budayanya bagi masyarakat Belanda khususnya dan Eropa pada umumnya. Dengan maksud untuk mempererat tali persaudaraan dan komunikasi sosial antar masyarakat.
“Event ini dilaksanakan di setiap musim panas dan sudah berlangsung selama 70 Tahun di Kota Amsterdam. Tahun 2018 adalah tahun ketiga masyarakat Maluku di Belanda terlibat pada acara dimaksud dan dipercayakan sebagai penyelenggaranya,” kata Walikota dalam rilis Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang diterima Mimbarrakyatnews.com, Sabtu (28/7).
Sementara, ketua panitia pelaksana, Ambonwhena Aratuaman mengaku, ini tahun ketiga masyarakat Maluku di Belanda menjadi penyelenggara. Sehingga lewat event ini diharapkan orang Eropa umumnya semakin mengenal budaya Maluku dan tertarik mengunjungi tanah Maluku khususnya Kota Ambon, guna menyaksikan sendiri seni, budaya dan keindahan alam maluku. Pasalnya, festival ini bukan saja dihadiri masyarakat Maluku di Belanda, tetapi dari Suriname, Afrika Selatan, Caribbean, China, India.
“Yang hadir dalam festival ini ada dari luar Belanda. Namun tetap didominasi masyarakat asli Belanda dan Eropa, dengan latar belakang berbeda-beda seperti pejabat pemerintah, pengusaha, traveler, pecinta seni, politisi maupun masyarakat biasa. Semuanya berbaur tanpa memandang perbedaan status sosial guna menikmati lantunan musik, seni dan budaya yang ditampilkan. Kesuksesan tahun ini tentu tidak terlepas dari suksesnya penyelenggaraan di tahun 2016 dan 2017,” beber Aratuaman.
Sedangkan ketua koordinator masyarakat Maluku di Amsterdam Agoes Peilouw mengaku, diperkirakan peserta yang hadir dalam festival ini akan semakin meningkat dibanding tahun sebelumnya yakni antara 25.000 sampai 30.000 orang. Dimana, tahun 2016 peserta kurang lebih 15.000 orang, sedangkan tahun 2017 sebanyak 21.000 orang. Semua tidak terlepas dari kehadiran Walikota Ambon untuk membuka festival ini. Karenanya, masyarakat Maluku di Belanda mengapresiasi dan merasa bangga atas atensi Walikota dan tim kesenian di Amsterdam guna mensukseskan festival ini.
Hadir bersama Walikota, Kabag Investasi Biro Ekonomi dan Investasi Provinsi Maluku, Rico Hayat, Plt.Kadis Kominfo dan Persandian Joy Adriaansz, Kabid Ekraf Disparbud Selly Kalahatu dan perwakilan tim kesenian Kota Ambon. Sedangkan beberapa artis internasional yang juga meramaikan festival itu yakni Chelina Manuhuttu, Polawano, Vinchenzo, The Brothers Timisela, Oceanikz, Jaira Luhulima, DJ Jean dan Jaydee, serta sejumlah artis terkenal asal Belanda maupun yang berdarah Maluku. (MR-02)












Comment