by

Komisi B dan Dinas Lingkungan Hidup Kunjungi BTP-BTRB

MBD,MRNews.com.- PT Batutua Kharisma Permai dan Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) mendapat kunjungan Komisi B DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) bersama tim Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Barat Daya terkait Amdal.

Koordinator Komisi B Ever Mozes mengatakan, kunjungan komisi ke PT Batutua Kharisma Permai dan Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) sebagai perusahaan penambang dan pengolah tembaga di Pulau Wetar untuk menindaklanjuti rapat dengar pendapat antara pihaknya dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada Januari 2022 lalu.

Sementara itu, Abraham J. Etwiory yang memimpin tim DLH menjelaskan maksud kunjungannya adalah terkait pengawasan AMDAL dan monitoring terhadap operasi BKP-BTR.

“Kunjungan kami terkait pengawasan AMDAL dan monitoring terhadap operasi BKP-BTR,” ujar Etwiory Rabu (13/4).

Kunjungan Komisi B DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) bersama tim Dinas Lingkungan Hidup ditema Kepala Teknik Tambang Edi Widodo dan Senior Manager External Affairs Dicky Murod bersama tim.

Dalam kesempatan tersebut, pihak BKP-BTR menyampaikan presentasi dan penjelasan serta memberi kesempatan kepada Komisi B dan tim DLH melihat langsung lapangan penambangan dan pengelolaan lingkungan hidup oleh BKP-BTR yang merupakan anak perusahaan dari Merdeka Copper Gold.

Dicky menyatakan BKP-BTR sangat mengapresiasi Komisi B maupun DLH yang telah bersama-sama memperlihatkan ketaatan kepada tugas dan tanggung jawabnya.

Dicky menambahkan, BKP-BTR sebagai bagian dari komunitas MBD senantiasa menjalankan prinsip-prinsip pertambangan yang baik melalui cara penambangan dan pengelolaan lingkungan hidup terbaik.

Sementara Ever pada akhir kegiatan kujungan menyatakan bahwa penjelasan BKP-BTR sangat akurat dan diperkuat dengan hasil kajian oleh Universitas Pattimura bahwa yang dirisaukan oleh masyarakat tidak terbukti, dan BKP-BTR telah meciptakan lapangan kerja bagi masyarakat MBD.

Ever mengungkap bahwa Komisi B datang ke BKP-BTR karena ada laporan dan informasi yang berkembang di masyarakat yang menyebut bahwa kegiatan BKP-BTR menyebabkan pencemaran pada lingkungan hidup.

“Saat kita melakukan tinjauan dan menemui beberapa warga ternyata yang dilaporkan dan kenyataan tidak sesuai”, kata Ever. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed