Heboh! PHK Massal 4.000 Karyawan di Dua Pabrik Sepatu Tangerang

Dua Pabrik Sepatu di Tangerang PHK Massal 4.000 Karyawan

Maret 23, 2025

Atas, MimbarRakyat News

Dua pabrik pembuatan sepatu yang berlokasi di Tangerang, Banten, telah melakukan pemecatan besar-besaran yang melibatkan 4.000 pekerja.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten, Septo Kalnadi, menyampaikan bahwa pemecatan massal ini terjadi di dua perusahaan, yaitu PT Adis Dimension Footwear dan PT Victory Ching Luh.

“Secara total, sekitar 4000 pekerja dipecat dari kedua pabrik sepatu yang berada di Kabupaten Tangerang,” ujar Septo kepada CNNIndonesia.com pada hari Kamis (6/3).

Septo menjelaskan bahwa kedua pabrik tersebut telah mengajukan permohonan untuk melakukan PHK sejak tahun lalu. Proses PHK telah dimulai sejak November 2024.

Menurut Septo, alasan utama dari pemecatan massal ini adalah penurunan jumlah pesanan. Permintaan terhadap produk yang dihasilkan oleh PT Adis Dimension Footwear dan PT Victory Ching Luh terus menurun.

Tetapi, Septo memastikan bahwa pemerintah akan mendampingi proses pembayaran hak-hak para pekerja yang di-PHK.

“Hak-hak pekerja yang di-PHK sedang dalam proses pembayaran,” tambahnya.

PHK ini rupanya banyak membawa dampak pada anggota dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, mendorong pemerintah untuk segera membentuk sebuah satuan tugas khusus guna mengatasi masalah PHK ini.

Sama seperti yang diungkapkan oleh Disnakertrans Banten, Andi menyebut bahwa penyebab PHK adalah penurunan permintaan dari para pembeli. Namun, terdapat perbedaan dalam detail jumlah PHK menurut versi dari serikat pekerja.

Menurut Andi, ada 1.500 pekerja yang di-PHK di PT Adis Dimension Footwear dan 2.000 lainnya di PT Victory Ching Luh. Andi menyatakan bahwa PHK dilakukan secara bertahap oleh perusahaan.

“Komunikasi masih terus dilakukan antara serikat pekerja dengan perusahaan untuk menghindari PHK yang lebih luas. Sebagai Presiden KSPSI, saya mendesak pemerintah untuk segera membentuk task force khusus yang menangani masalah PHK dan harus melibatkan lintas kementerian,” jelasnya saat dikonfirmasi.

BACA  Pertamina Gandeng Surveyor Independen: Uji Ketat Kualitas BBM Terungkap!

“Hak-hak pekerja yang di-PHK harus dipenuhi dan komunikasi yang intensif harus terjadi antara pengurus SPSI tingkat perusahaan dengan manajemen perusahaan agar hak-hak pekerja terpenuhi,” lanjut Andi.

Sekarang, KSPN berusaha untuk membantu menyalurkan para anggotanya yang terdampak PHK ke industri sepatu lain. Mereka berharap para pekerja ini dapat diterima di pabrik lain.

Andi mengklaim sudah mendapatkan persetujuan dari beberapa pabrik lain, meskipun berada di wilayah yang berbeda. Namun, Andi tidak menjelaskan lebih lanjut tentang pabrik mana yang dimaksud.

Artikel serupa :

Beri nilai postingan ini

Tinggalkan komentar

Share to...