AMBON,MRNews.com,- DPD PDI Perjuangan Maluku menghelat Pendidikan Kader Tingkat Madya angkatan I tahun 2022 yang diikuti 10 utusan terbaik tiap DPC se-Maluku dan DPD di Wisma Gonzalo Kopertis Ambon, 4-8 November 2022.
Ketua Bidang Organisasi DPP PDI Perjuangan yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bersama Ketua Bidang Kehormatan DPP sekaligus Anggota DPR-RI Komarudin Watubun turun langsung bekali kader banteng Maluku demi target hatrick menang Pemilu 2024.
Djarot katakan, PDI Perjuangan fokus menggembleng para kadernya sekaligus menyiapkan mereka sebagai calon pemimpin untuk bisa ditugaskan diberbagai macam lembaga baik eksekutif, legislatif maupun lembaga publik lainnya.
“Jadi kita fokus gembleng, menyiapkan. Sebab fungsi utama partai politik adalah memberi pendidikan politik, lakukan kaderisasi. PDI Perjuangan konsisten untuk lakukan kaderisasi baik secara berjenjang maupun sekolah partai,” ulasnya, Sabtu (5/11).
Diakuinya, Maluku termasuk salah satu DPD yang paling aktif lakukan kaderisasi secara berjenjang, dari tingkat Pratama hingga kini Madya.
Hal ini sesuai perintah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri bahwa pendidikan dan penggemblengan kader mendapat porsi terbesar.
“Apalagi target kita di 2024 selaku partai politik menang lagi dong. Hattrick kan, 2014, 2019 dan 2024. Maka butuh kader militan yang sudah digembleng untuk diturunkan di lapangan. Sebab perintah partai, menang di Maluku baik Pileg dan Pilpres Februari 2024 sebagai jembatan untuk Pilkada,” tegasnya.
Khusus Maluku, mantan anggota DPR-RI itu berpandangan, potensi kursi DPRD Maluku di Pileg 2024 minimal bisa raih 10 kursi dari 7 kursi saat ini.
“Dengan melihat pergerakan partai seperti ini, saya optimis dan yakin bahwa target itu bisa dicapai,” pungkasnya.
Diketahui, selain Djarot dan Komarudin, fungsionaris DPP yang juga “turun gunung” ke Maluku bekali peserta kader tingkat Madya 2022 adalah Mido Sianipar dan Sukur Nababan.
Sayang, hadirnya DPP ke Maluku, tidak berbanding lurus dengan Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku yang juga Gubernur Murad Ismail yang “absen” karena alasan medical check up di Jakarta.
Ini kali kedua Murad absen di kegiatan partai level Provinsi. (MR-02)











Comment