
AMBON,MRNews.com,- Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse menghadiri pengukuhan Prof. Dr. Yance Zadrack Rumahuru, MA yang adalah Rektor IAKN Ambon selaku Guru Besar dalam bidang ilmu agama dan lintas budaya, Senin (3/10).
Pengukuhan dilakukan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama RI, Prof Dr. Nizar Ali, M.Ag dengan mengalungkan medali kehormatan di depan sidang senat terbuka kampus Harmoni dalam keberagaman.
Sebelumnya diketahui, Prof. Dr. Yance Zadrack Rumahuru, MA Juli 2022 lalu telah ditetapkan oleh Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qumas sebagai guru besar pertama di IAKN Ambon bidang ilmu agama dan lintas budaya.
Terkait momentum tersebut, Sekkot Ririmasse ikut memberi atensi dan apresiasi mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.
Baginya, kehadiran Prof. Dr Yance Zadrack Rumahuru, MA selaku Guru Besar dalam bidang ilmu agama dan lintas budaya tidak saja menjadi kebanggan bagi IAKN, tapi juga pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Ambon.
“Ini kan guru besar pertama di IAKN Ambon sejak kediriannya dari APTK, STAKPN hingga Institut. Tentu selaku pemerintah dan pastinya warga kota ikut berbangga. Sebab ada satu warganya kembali torehkan prestasi membanggakan,” ujar Ririmasse.
Dikatakan, mendapat prestasi tersebut tentu dijalani Prof Rumahuru tidak mulus, pasti banyak tantangan dan hambatan. Namun jika melihat rekam jejak pendidikan, penelitian dan karya ilmiah yang ditorehkan putera asal Horale, Seram Utara itu, pantas yang bersangkutan menyandang predikat Guru Besar.
Apalagi bidangnya terkait ilmu agama dan lintas budaya yang memang, persis dengan visi Ambon yang harmonis, sejahtera dan religius. Dimana harmonisasi kerukunan antar umat beragama sebagai wujud salah satu kota dengan tingkat toleransi paling tinggi di Indonesia terus diperkuat pemerintah kota lewat berbagai program dan kebijakannya.
“Kami tentu berharap, lewat gagasan dan pemikiran ilmiah yang dibangun beliau (Prof Yance Rumahuru), mampu memberikan kontribusi dan dampak positif yang nyata bagi kemajuan masyarakat dan Kota Ambon khususnya di bidang ilmu agama dan lintas budaya,” demikian Ririmasse. (MR-02)









Comment