AMBON,MRNews.com,- Seorang pemimpin apalagi sekelas Gubernur harusnya menjadi contoh dan teladan bagi orang banyak yang dipimpinnya, bukan sebaliknya berlagak seperti preman, dengan menantang “Bakalai” warganya.
Fakta itulah yang terjadi dengan seorang Gubernur Maluku Murad Ismail. MI, sapaan akrab mantan Kapolda Maluku itu, tak terima didemo warga Kabupaten Buru saat dirinya berkunjung ke tanah Bupolo untuk jalani sejumlah kegiatan, Sabtu (9/7).
Dari video yang beredar di media sosial maupun yang diperoleh media ini berdurasi 29 detik serta live Tribun Ambon dari Namlea, Murad dan isteri bersama rombongan yang saat itu baru tiba di pelabuhan Merah Putih Namlea, disambut Penjabat Bupati Buru Djalaludin Salampessy beserta sejumlah pejabat berpakaian adat Buru, lalu masuk ke tenda VIP.
Acara belum juga dimulai. Tetiba, ada sejumlah pendemo, yang setelah ditelusuri adalah mahasiswa kecamatan Batabual, datang dari luar tenda VIP area pelabuhan meneriakkan sejumlah hal.
Mendengar namanya ikut disebut-sebut, MI bangkit dari kursi tempat duduknya dan menoleh ke arah pendemo untuk tantang “bakalai”.
“Woe, kasi masu sini sudah, balai mari (berantem). Sudah lama saya ndah bakalai,” ujar mantan Dankor Brimob Polri.
Widya Pratiwi Murad, isteri MI dan Penjabat Bupati Buru yang duduk bersebelahan, coba kendalikan emosi sang Gubernur.
Diketahui, Gubernur MI ke Buru untuk teken prasasti tanda selesainya 11 pembangunan infrastruktur di Kabupaten Buru, Sabtu (09/7/2022).
Diantaranya Pelabuhan Merah Putih, Gedung Pasar Rakyat, Puskesmas Kecamatan Fena Leisela dan Kecamatan Airbuaya, Gedung sekolah SMA Negeri 7 Buru, SMA Negeri 8 Buru, SMA Negeri 9 Buru, SMK Negeri 1 Buru / SMK Negeri 2 Buru, SMK Negeri 4 Buru dan SMK Negeri 8, serta beragam kegiatan lainnya. (MR-02)











Comment