AMBON,MRNews.com,- Gubernur Maluku, Said Assagaff, melakukan peletakan batu pertama Masjid Baiturrahman Negeri Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (17/1). Acara itu dihadiri Upulatu Raja Negeri beserta perangkat-perangkat Negeri Tial dan juga basudara Pela Gandong Negeri Tial.
Assagaff dalam sambutannya mengatakan, peletakan batu pertama untuk membangun rumah Allah ini, merupakan manifestasi dari iman dan niat yang suci karena Allah. Dalam realitas sejarah Islam, masjid bukan hanya sebagai tempat umat Islam melaksanakan ibadah shalat, tetapi punya posisi dan peran sangat sentral dan vital untuk pembangunan peradaban umat.
“Sejak periode Mekkah maupun periode Madinah, masjid sudah berfungsi sebagai pusat peradaban umat, antara lain sebagai pusat pemerintahan, pusat persaudaraan (Ukhuwah Islamiyah), pusat dakwah dan pusat pendidikan Islam, pusat ekonomi (Baitul Mal) dan sebagai simbol persamaan dan kesetaraan umat. Selain fungsi utama sebagai tempat shalat,” kata Assagaff.
Pada konteks ini, lanjutnya, masjid punya posisi dan peran sangat stratagis guna pembangunan umat dan bangsa ini. Permasalahannya selama ini fungsi dan peran masjid belum dimanfaatkan secara baik sehingga butuh perhatian dan solusi bersama, antara lain, manajemen pengelolaan masjid secara umum masih bersifat konvensional, apalagi di Maluku belum bisa menjawab fungsi-fungsi masjid secara maksimal baik sebagai tempat ibadah maupun sebagai pusat peradaban Islam.
Hal tersebut ditandai dengan kondisi masjid kurang terawat dengan baik, kumuh, lingkungannya kotor, tidak ada perpustakaan, jadwal khutbah juma’at dan pembinaan umat tidak teratur, tidak ada peningkatan kapasitas imam dan kasisi masjid, tidak ada pengurus remaja masjid, kalaupun ada tidak berperan aktif untuk memakmurkan masjid.
“Sumber daya pengelola masjid juga belum profesional. Masih kuatnya paradigma dan pemahaman teologi (agama), yang berorientasi pada aspek ibadah ritual dan bersifat ukhrawi saja dan mengabaikan pembangunan peradaban umat. Padahal di setiap doa, selalu kita awali dengan memohon kebahagiaan kehidupan dunia, baru permohonan kebahagiaan di akhirat. Mempersempit fungsi masjid hanya sebagai tempat ibadah, ritual, bukan hanya akan mengurangi fungsi masjid, tetapi juga menghilangkan peran masjid sebagaimana yang pernah ditunjukan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat,” bebernya.
Sebagai pusat peradaban Islam, kata Assagaff, masjid juga terbuka dalam transformasi peradaban. Prinsip saling memberi dan menerima atau tolong menolong dalam kebajikan dengan pelbagai kelompok berbeda, menunjukkan peradaban dibangun melalui masjid sangat egaliter dankosmopolit. Tak terkecuali di Maluku, terdapat local wisdom seperti tradisi badati dan masohi, dimana umat beragama yang berbeda ikut serta dalam proses pembangunann masjid dan gereja, dengan cara menyumbangkan bahan atau dana serta tenaga. Khususnya yang punya hubungan Pela, Gandong atau tetangga negeri.
“Mari gunakan semaksimal mungkin modal sosial kultural itu untuk bersama bangun masjid ini. Sekecil apapun sumbangan yang katong berikan, sama-sama bakubadati. Harapan beta setelah selesainya pembangunan masjid ini, imam, khatib, modim, marbot, pemerintah dan masyarakat yang ada disini, harus mampu membuat program-program yang dapat memakmurkan masjid ini. Jadikanlah masjid ini sebagai pusat pembangunan peradaban umat dan masyarakat di daerah ini. Banyak permasalahan perlu menjadi perhatian kita bersama, yaitu, pergaulan bebas, narkoba, HIV/AIDS, minuman keras, kerusakan lingkungan dan pelbagai persoalan keumatan lainnya. Semoga masjid ini dapat menjadi sumber pencerah bagi masyarakat disini,” harap Assagaff.
Dirinya juga mengingatkan dinamika masyarakat yang semakin multikultural, serta adanya ancaman radikalisme dan terorisme yang menglobal dewasa ini. “Di akhir masa jabatan selaku Gubernur, beta harapkan umat Islam terus berada di garda terdepan untuk merawat kerukunan dan kedamaian yang sudah terbina secara baik selama ini. Jadikan masjid sebagai pusat atau corong mendakwahkan nilai-nilai Islam yang sejuk, ramah, toleran, bersahabat dan empati untuk sesama, sesuai misi suci Islam yaitu Rahmatan lil ‘Alamin,” pungkas Assagaff.
Turut hadir pada kesempatan itu, pejabat pemerintah provinsi Maluku diantaranya, Sekretaris Daerah Maluku, Hamin bin Thahir, Kadis Pertanian Diana Padang, Kepala BPKAD Lutfi Rumbia, Kepala Dinas Sosial Sartono Pining, Kadis Kehutanan Sadli Ie, Kadis Pariwisata Habiba Saimima, Karo Umum Hadi Sulaiman dan Karo Pemerintahan, Jasmono. (MR-02)












Comment