by

GMKI : Jangan Kepentingan Terselubung Penguasa, Merusak Relasi Harmonis UKIM

AMBON,MRNews.com,- Meskipun telah ada permintaan maaf dan klarifikasi dari pemerintah provinsi Maluku yang dilakukan Wakil Gubernur Barnabas Orno ketika menerima pendemo mahasiswa UKIM didepan pintu kantor Gubernur, Selasa (10/8), namun sorotan tajam khususnya bagi Gubernur Maluku masih berdatangan.

Sorotan itu dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon terkait surat rekomendasi dukungan Gubernur Murad Ismail nomor : 424/2364 tanggal 22 Juli 2021 kepada Dr. Drs. Josephus Noya, M.Si untuk maju sebagai Rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) yang beredar di publik.

Ketua GMKI Cabang Ambon Josias Tiven katakan, Gubernur harus bertanggungjawab atas intervensinya terhadap suksesi Rektor UKIM September mendatang. Klarifikasi Gubernur terkait rekomendasi, sangat penting agar tidak menambah buruk citra Gubernur lewat tindakan dan tutur katanya yang belakangan ini menjadi sorotan publik.

“Gerbang pendidikan milik Gereja Protestan Maluku (GPM) diterobosi Gubernur. Namun dugaan kami pula segelintir pihak internal kampus secara sengaja memakai strategi ini untuk memenangkan kontestasi Rektor UKIM,” ungkap Tiven saat menghubungi media ini, Kamis (12/8).

Menurutnya, ruang akademis adalah wilayah sakral dan bebas intervensi pihak luar, apalagi jabatan politik seperti Gubernur. Sebab UKIM adalah lembaga mandiri yang bebas intervensi pihak manapun termasuk lembaga pemerintah.

Pemerintah, Gereja dan UKIM kata dia, mesti menjaga relasi yang harmonis guna meningkatkan mutu pendidikan bagi pengembangan dan kesejateraan umat.

“Jadi jangan ada kepentingan-kepentingan terselubung penguasa yang dibawah masuk untuk merusaki keharmonisan relasi yang selama ini terbangun dan juga mengaburi kesakralan kontestasi pemilihan Rektor UKIM,” tegasnya.

Ada kemungkinan kata dia, rekomendasi Gubernur memiliki kekuatan besar untuk memenangkan suksesi Rektor di UKIM. Hal ini dapat dilihat dengan jabatannya sebagai kepala pemerintahan di Maluku.

Selain itu Murad juga sebutnya, melekat posisinya sebagai pimpinan partai besar di tanah Maluku yakni Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Maluku.

“UKIM merupakan lembaga pendidikan yang bernaung dibawah Yayasan Perguruan Tinggi Gereja Protestan Maluku (Yaperti-GPM). Di kampus swasta ini pula tidak membatasi setiap Dosen untuk berpartai,” kata mahasiswa semester 2 hukum UKIM.

Terhadap persoalan itu, Tiven berharap, kontestasi pemilihan Rektor UKIM nanti akan melahirkan pemimpin berkualitas, kreatif dan berspiritualitas. Sehingga dapat memimpin UKIM dengan kejujuran dan takut Tuhan demi kemajuan pendidikan di Maluku kedepannya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed