by

GMKI: Bupati Gonga Lemah, Banyak Kades “Habiskan” Waktu di Kota

AMBON,MRNews.com,- Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen (GMKI) Cabang Dobo Onggo Labok mendesak Bupati Kepulauan Aru Johan Gonga agar menertibkan Kepala Desa (Kades) di Bumi Jargaria yang hanya menghabiskan waktunya di kota.

Kondisi itu mengakibatkan banyak program di Desa tidak terlaksana sesuai apa yang diinginkan masyarakat, sebagaimana yang telah dibahas dan diputuskan bersama dalam program melalui Musrenbang tingkat Desa dan Kecamatan.

“Bupati dan jajaran dibawahnya lalai awasi para Kades ini sehingga banyak menghabiskan waktu di kota Kabupaten, bukan malah melihat masyarakat dan realisasikan program pembangunan di Desa,” tandas Labok via pesan WhatsApp, Rabu (31/5) malam.

Desakan itu baginya sangat penting, sebab GMKI sebagai sosial kontrol pemerintah dan bagian dari masyarakat bertanggungjawab untuk mengawal kepentingan masyarakat di Desa untuk Aru yang lebih baik kedepan, sama sebab Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Maluku.

Pasalnya, dari hasil survey yang dilakukan GMKI tambah dia, membuktikan banyak program di desa tidak terlaksana, sementara Dana Desa (DD) yang ditransfer Pempus ke Desa melalui Kabupaten harus dikelola dengan menaati aturan dan dimanfaatkan bagi kepentingan warga dan tidak melanggar hukum.

“Kami hanya ingatkan, jangan sampai ada Kades yang tersangkut kasus hukum karena lakukan penyelewengan DD. Warning ini penting melihat tindak tanduk para Kades yang doyan di Kota daripada tinggal di Desa-nya,” ingatnya.

Dirinya berharap, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kepulauan Aru yang baru dilantik 25 Mei 2023 lalu oleh Bupati Gonga, Kace Huwae
agar bisa lebih meningkatkan pengawasan intens terhadap kepala-kepala desa dan perangkatnya yang “lupa pulang kampung”.

Serta diharapkan mampu mengawasi semua program yang di musyawarahkan di tingkat desa lewat hingga tingkat kecamatan agar sesuai Alokasi Dana Desa (ADD) dan DD yang diterima sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Menjadi seorang pemimpin harus sabar dan mampu hadapi kritik agar lebih baik. Pemimpin hebat tidak lepas dari kritikan. Tidak boleh cari kambing hitam dan salahkan pihak lain. Kritikan itu baik untuk membangun lewat evaluasi diri menuju kemandirian masyarakat di Desa,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed