by

DPRD Sukamara Belajar Kemajuan Perikanan Hingga Toleransi Beragama di Kota Ambon

AMBON,MRNews.com,- Kemajuan Kota Ambon di era saat ini pasca terpuruk akibat konflik sosial tahun 1999 tidak terlepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat yang sadar akan pentingnya toleransi antar umat beragama.

Hal tersebut yang kemudian membuat beberapa tahun lalu ibukota Provinsi Maluku ini mendapat apresiasi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi paling tinggi di Indonesia. Julukan city of peace atau kota damai pun disematkan.

Selain soal tingginya rasa toleransi antar umat beragama, namun desa/negeri di Kota Ambon yang banyak berada di pesisir, membuat potensi perikanan menjadi daya tarik. Termasuk juga pariwisata budaya dan alam, serta sejarah.

Sejumlah potensi itulah yang menjadi alasan DPRD Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah mendatangi Ambon untuk belajar dan tiru bagaimana Kota yang telah berusia 447 tahun ini merawat toleransi, maksimalkan potensi perikanan, kembangkan pariwisata termasuk UMKM.

Ketua DPRD Sukamara Hariawan Putra mengapresiasi sambutan hangat Sekretaris Kota (Sekkot) dan jajaran pimpinan OPD termasuk masyarakat Kota Ambon kepada pihaknya yang baru pertama kali datang kesini.

“Kami pingin belajar kemajuan di Kota Ambon dari prospek apa saja. Kami sudah mendapatkan pembelajaran sangat baik dari Kota Ambon terutama dari UMKM-nya, bisa meningkat lebih pesat setelah Pandemi Covid-19,” tandas legislator Hanura itu.

Selain di sektor UMKM, pihaknya juga mendapat berbagai hal positif di bidang hukum terkait regulasi investasi potensi daerah di Kota Ambon, perikanan dan industri pengolahan ikan, potensi pariwisata alam dan budaya serta bagaimana penataan kota, pembangunan dan pengelolaan dermaga perikanan.

“Kami juga mau survei di lapangan, masalah pengolahan ikan, pabrik ikannya. Kemudian pengelolaan pariwisata dan banyak lagi kami dapat lewat diskusi bersama pimpinan OPD Pemkot Ambon. Semoga apa yang kami dapatkan disini, bisa kami terapkan di Kabupaten Sukamara,” tandas Hariawan.

Lebih lanjut tambah Hariawan, pihaknya juga mengapresiasi terkait Ambon sebagai kota musik. Dimana 10 atau 12 Desa di Ambon memiliki ciri khas masing-masing, yang tanpa dibantu Pemda mereka tetap berjalan dengan fasilitas seadanya bahkan tampil hingga ke luar negeri berbekal musik.

“Kami di Ambon 4 hari, Sabtu sudah kembali ke Jakarta. Namun kami juga bersyukur karena mendapat hal luar biasa di Ambon ini soal toleransi umat beragama. Hal ini yang akan kami bawa dan coba terapkan di Kabupaten Sukamara sehingga umat beragama disana tetap rukun,” kuncinya.

Sementara, Sekkot Ambon Agus Ririmasse mengaku, kedatangan pimpinan dan 8 anggota DPRD Sukamara beserta sejumlah perwakilan OPD itu merupakan satu kehormatan luar biasa bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

“Hari ini Pemkot mendapat satu kehormatan yang sangat luar biasa. Dimana pimpinan DPRD Kabupaten Sukamara datang lakukan kunjungan kerja di Kota Ambon. Kami sangat welcome terima kunjungan ini,” tandas Ririmasse.

Mereka menurut Ririmasse, menilai Kota Ambon sudah maju setelah bangkit dari keterpurukan akibat konflik sosial 1999, sehingga mereka ingin belajar banyak hal tentang kota ini.

Sejumlah hal yang ingin dipelajari di Ambon tentang bagaimana sektor perdagangan dan UMKM, potensi perikanan dan industri pengolahan ikan, pariwisata termasuk soal musik karena Ambon sebagai city of Music maupun toleransi beragama.

“Intinya dengan perjumpaan ini, tentu saja antara Kabupaten Sukamara dan Kota Ambon sudah menjalin hubungan silaturahmi sangat baik. Dan menunjukkan bahwa Ambon sangat positif dimata daerah lain,” pungkas Ririmasse. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed