
AMBON,MRNews.com,- Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Ambon sejak kemarin mulai patroli untuk memangkas pohon-pohon di sepanjang jalan di Kota Ambon yang sudah tua dan kering hingga berpotensi tumbang.
Mengingat cuaca ekstrem di Kota Ambon beberapa waktu terakhir ini, yaitu hujan disertai angin kencang yang membuat pohon tumbang, selain banjir dan tanah longsor.
“Pemotongan pohon sudah dilakukan dari kemarin hingga hari ini yang sifatnya kering. Ini akan terus berlanjut beberapa hari kedepan,” tandas Kepala Damkar Kota Ambon Edwin J. Pattikawa saat dihubungi media ini, Kamis (7/7).
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pemangkasan pohon kata Pattikawa yakni
di kawasan Talake, sepanjang depan Ambon Plaza (Amplas) sementara dan titik-titik lainnya.
Diakui, dirinya tidak kerahkan semua petugas Damkar untuk pemangkasan pohon di lapangan, hanya sekitar 10 sampai 15 petugas saja, dengan membagi tim sebab ada banyak lokasi.
“Kita juga akan lakukan monitoring untuk melihat pohon-pohon besar yang misalnya sudah miring dan tinggal tunggu waktu roboh, juga kita akan potong,” bebernya.
Namun diakuinya, tidak semua pohon akan ditebas. Hanya pohon yang berbahaya saja. Sebab pohon yang ditanam sepanjang jalan juga penting bagi masyarakat, berteduh saat panas dan membuat kota asri.
“Tapi penting diingat bahwa saat terjadinya hujan, jangan berteduh dibawah pohon karena berbahaya. Bertedulah di tempat-tempat yang aman dari tumbangnya pohon,” harapnya.
Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan ( DLHP ) Ambon tambahnya, sudah dilakukan. Agar selesai Damkar pangkas pohon-pohon, langsung petugas DLHP bersihkan dan angkut ke tempat pembuangan sampah.
Sebelumnya, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan, telah instruksikan Damkar dan BPBD Kota untuk monitor pohon-pohon yang rawan tumbang karena kering dan tua untuk dipotong.
“Sebab kejadian cuaca ekstrem beberapa hari terakhir, membuat pohon tumbang di sejumlah lokasi dan membahayakan keselamatan pengendara maupun pejalan kaki. Ini harus kita antisipasi agar tidak terulang,” sebutnya, Rabu (6/7). (MR-02)









Comment