AMBON,MRNews.com,- Seseorang yang ingin menjadi wakil rakyat di parlemen, sudah seharusnya harus turun langsung menemui warga masyarakat sebagai pemilik suara utama untuk menyampaikan apa visi-misi sebagai legislator lelak jika dipercaya mewakili suaranya. Serta untuk mengetahui keluhan dan masalah yang dihadapi rakyat serta mendengar aspirasi yang pada waktunya dapat diperjuangkan ketika di parlemen. Bukan sekedar terpampang di baliho, stiker, spanduk, pamflet tanpa dikenal seluk beluk sang calon. Hal itu dikatakan calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI nomor urut 3 dari PDI Perjuangan daerah pemilihan (dapil) Maluku, Jeffry Daniel Waworuntu saat bertatap muka dengan warga Wailaa Negeri Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Sabtu (2/2/19) sore. “Sudah komitmen di dunia politik, maka konsekuensinya adalah harus bersentuhan dengan rakyat sebagai pemilik suara utama. Karena itulah yang membuat beta ingin datang, berjumpa langsung ketemu muka dengan warga. Agar kita tahu apa aspirasi, keluhan warga soal kesehatan (BPJS, KIS), pendidikan (KIP, sekolah) selama ini bagaimana, ada masalah apa. Tidak saja pasang baliho, spanduk untuk orang lihat saja, tanpa tahu langsung siapa dia,” kata Jeffry. Komitmen inilah kata JDW, sapaan akrab Waworuntu, yang membuat dirinya sepanjang dari pertengahan tahun 2018 sejak ditetapkan sebagai Caleg DPR RI dapil Maluku hingga kini dalam konsolidasi dan sosialisasi di sejumlah kabupaten/kota yang harus melewati lautan, tetap harus datang menyapa warga, merasakan kehidupan mereka langsung. Dan itu jadi komitmen yang akan terus dilakukan kedepannya bahkan ketika dipercayakan sebagai wakil rakyat pun. Apalagi, tambahnya, banyak keluhan warga di beberapa tempat bahwa anggota DPR incumbent jarang lagi turun ke masyarakat pasca terpilih hanya saat reses. Padahal sudah semestinya jadi tanggungjawab untuk melihat kepentingan seluruh warga tanpa kecuali, bukan sebaliknya. Inilah yang membuat warga kadang antipati. “Ini pertama kali beta datang dan akan terus datang ke Hative Besar. Berjuang untuk jumpa warga, itu jadi komitmen beta. Beta ingin memastikan ke warga bahwa memilih wakilnya bukan 1-2 bulan tapi untuk lima (5) tahun kedepan. Jadi memilih yang jelas dan tahu langsung apa visi-misinya, sehingga tidak memilih kucing dalam karung. Juga guna mengajak warga agar jangan golput. Karena satu (1) suara menentukan masa depan Maluku lima tahun kedepan. Beta ingin merubah pola pikir/mindset warga, agar keluar dari zona nyaman. Harus punya cara berpikir yang baik,” tukas suami diva Indonesia, Ruth Sahanaya itu. Sementara, perwakilan warga setempat yang juga pengurus ranting PDI Perjuangan, Natalia Lelapary berterima kasih karena JDW dalam kesibukan bisa sempatkan waktu hadir untuk menyapa warga Wailaa sekaligus sosialisasi diri. Tentu ini guna memberikan pemahaman bagi warga tentang politik dan bagaimana kerja wakil rakyat. (MR-02)
Calon Wakil Rakyat Harus Temui Warga Langsung












Comment