AMBON,MRNews.com,- Deputi bidang pengawasan obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI Mayagustina Andarini mengajak kaum millenial untuk cerdik dalam memilih kosmetik. Pasalnya, saat ini banyak sekali marak penjualan kosmetik melalui online yang diduga adalah kosmetik ilegal. Maka kecerdasan dan kecerdikan sangat penting agar terhindar dari dampak-dampak negatif penggunaan kosmetik ilegal.
Manakala, jumlah kosmetik yang terdaftar di BPOM saat ini sebanyak 157.412 kosmetik atau lebih dari 50 persen produk yang mendapatkan izin edar dari BPOM. Sementara data BPOM tahun 2018 menyebut, terdapat kosmetik ilegal sebanyak Rp 126 miliar dari total temuan obat dan makanan ilegal sebesar Rp 164 miliar.
“Kegiatan ini sifatnya komunikasi, informasi dan edukasi masyarakat (KIE) dalam topiknya adalah kampanye cerdas menggunakan kosmetik aman, yang bentuknya dalam talkshow sehingga mudah diterima oleh generasi millenial, karena mereka sangat senang belanja di online, jadi mereka harus cerdas bagimana memilih kosmetik,” kata Andarini saat sambutan di kegiatan talkshow kosmetika bagi generasi millienial oleh BPOM Ambon di Santika Hotel, Selasa (13/8).
Dalam talkshow tersebut, sebut Andarini, para generasi millenial diajarkan untuk bagimana cara memilih kosmetik, dengan cara cek klik di web BPOM dan juga bisa menghubungi ke kantor BPOM terdekat jika ada temuan kosmetik ilegal.
“Kalau kita lihat penjualan kosmetik online saat ini mencapai 2487 persen dan itu sangat digemari generasi millenial. Kalau kita lakukan pengawasan hanya melalui pengambilan sampling dan lainnya, itu tidak akan memiliki dampak apapun. Maka dari itu BPOM melakukan jemput bola dengan berbagai kegiatan untuk menyadarkan masyarakat terutama generasi muda agar sadar memilih kosmetik,” jelasnya.
Penjualan kosmetik ilegal ini, lanjutnya dilakukan pelaku-pelaku usaha tidak bertanggungjawab. Mereka dengan mudah memanfaatkan kaum milenial untuk membeli komsetik ilegal. Karena itu, harapannya dengan pelaksanaan talkshow ini dapat merubah pikiran generasi muda dalam memilih kosmetik yang aman dan layak dikonsumsi.
“Omset untuk komsetik illegal cukup besar, pelaku usaha banyak dan mereka salah gunakan penjualan. Kita harapkan generasi millenial mendapatkan informasi ini tidak berhenti disini, namun disebarkan juga ke lingkungannya, teman, keluarga. Kalau mereka punya medsos bisa disebarkan supaya penerima manfaat ini banyak dan tidak salah arah,” harapnya.
Tak saja mendapat informasi lewat talkshow dan menyebarkannya secara masif, Andarini juga mengajak para generasi muda untuk bisa menggunakan produk lokal, sebab banyak produk-produk lokal sudah terdaftar di BPOM dan bahkan harganya pun terjangkau serta berkualitas.“Mari gunakan kosmetik produk lokal kita, karena selain harga terjangkau tapi juga berkualitas sama seperti produk-produk impor. Walaupun impor tapi ada juga pelaku usaha yang berusaha memalsukannya,” kuncinya. (MR-02)











Comment