by

Alumni UKIM Peringatkan Gubernur Maluku

AMBON,MRNews.com,- Alumni UKIM Roy Imbing memberikan peringatan keras kepada Gubernur Maluku Murad Ismail agar tidak mencampuri jauh urusan internal kampus orang basudara, UKIM.

Menurutnya, selaku orang yang diangkat oleh rakyat Maluku untuk jadi kepala daerah, seyogyanya Gubernur Murad Ismail yang terhormat harus bisa menjadi orang tua yang baik bagi seluruh elemen masyarakat Maluku bukan sebaliknya.

“Tanggal 22 Juli 2021, bapak mengeluarkan surat rekomendasi untuk salah seorang Dosen agar bisa menjadi Rektor UKIM, hei bapak Murad Ismail engkau siapa??,” tanya Roy dalam surat terbukanya kepada media ini, Selasa (10/8).

Sejak zaman Gubernur Johannes Latuharhary sampai dengan saat ini, kata dia, tidak ada namanya Gubernur Maluku mengeluarkan surat rekomendasi untuk memilih pimpinan lembaga Universitas.

“Atas dasar apa surat rekomendasi ini dibuat?. Harus dicatat bahwa UKIM adalah salah satu simbol kekuatan intelektual Kristen di Maluku,” ingat lulusan fakultas Teologi UKIM itu.

Apabila hari ini, dengan memanfaatkan jabatan kepala daerah untuk memberikan rekomendasi yang bersifat politik, maka dapat diduga Gubernur mau “mengotori” lembaga pendidikan tercinta & bisa saja untuk mengaburkan kehidupan antar orang basudara di UKIM.

“Kerjakanlah bagianmu pak Murad, jangan mau bersikap lebih dengan kekuasaan yang berada pada engkau hari ini. Engkau jadi Gubernur untuk melayani bukan untuk menjadi raja yang bertitah semuanya akan tergenapi,” ungkap mantan Sekcab GMKI Ambon itu.

Sebagai alumni, sambung Roy, dirinya tidak berlebihan menanggapi apa yang dilakukan sang “Jenderal” namun lebih tepatnya karena merasa memiliki dan cinta kampus UKIM, hanya memberikan peringatan agar jangan mencampuri urusan kelembagaan UKIM terlalu dalam.

Karena berkaca dari sejarah pendidikan pun, Gubernur tidak pernah dibelajarkan pada UKIM. Jadi tidak tahu pasti soal keberadaan situasi internal disana, apalagi menyangkut dengan siapa yang akan menjadi pemimpin di kampus UKIM.

“Kalau bapak Murad Ismail merasa selaku pemimpin yang baik diharapkan dapat memberi klarifikasi atas polemik yang sementara terjadi, untuk menghangatkan kampus orang basudara dan pastikan kejadian ini jangan sampai terulang kembali,” harap mahasiswa pasca sarjana UKI Jakarta. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed