by

11 Jam Pemeriksaan, KPK Bawa 5 Kopor & 1 Tas dari Balaikota Ambon

AMBON,MRNews.com,- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI akhirnya selesai melakukan pemeriksaan dan penggeledahan pada berbagai dinas terkait di Gedung Balaikota Ambon, Selasa (17/5) malam sekira pukul 21.50 WIT.

Komisi anti rasuah itu membutuhkan waktu kurang lebih 11 jam untuk mengorek keterangan dari para saksi dan mengambil sejumlah dokumen penting berisi barang bukti (BB), setelah mulai datangi Balaikota jam 11.00 WIT.

Pantauan media ini di lapangan, tim KPK yang menggunakan rompi bertuliskan KPK turun dari lantai II gedung Balaikota dengan membawa 5 kopor dan 1 handbag, yang diangkut pada 2 mobil khusus. 6 mobil lain diisi para petugas.

Usai kopor dan handbag diangkut dengan pengawalan tiga anggota Brimob Polda Maluku bersenjata lengkap, 8 mobil Avanza dan Innova yang dipakai KPK kemudian meninggalkan Balaikota.

Tim KPK yang jumlahnya belasan orang itu, tak banyak beri komentar soal hasil penggeledahan dan pemeriksaan di Balaikota.

“Nanti saja yah. Kemungkinan akan ada pemeriksaan lanjutan lagi pekan depan,” terang salah satu tim KPK yang enggan namanya dipublis sembari masuk mobil.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse dan sejumlah kepala dinas Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang ikut diminta keterangan KPK tak berhasil ditemui.

Sebelumnya diberitakan, tim penyidik KPK
lebih dulu memeriksa dan geledah kantor cabang Alfamidi di Desa Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon dan kantor Dinas PUPR Kota Ambon, Selasa (17/5/22) pagi.

Penggeledahan itu terkait dugaan suap dan gratifikasi persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail Alfamidi tahun 2020 di Kota Ambon dengan tersangka Walikota RL, staf AEH dan kepala regional Alfamidi cabang Maluku Amri. 

Dari penggeledahan di kantor Dinas PUPR,  mereka menyita sejumlah berkas yang diduga ada kaitannya dengan kasus tersebut.

Saat sambangi dan periksa sejumlah dinas di Balaikota, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bagian Umum, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), KPK menyegel ruang bidang penanaman modal di lantai II Balaikota. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed