by

Gubernur Murad Akui Pernah Dengar Kabar LIN Bakal Pindah

AMBON,MRNews.com,- Gubernur Maluku Murad Ismail angkat suara terkait polemik Lumbung Ikan Nasional (LIN), yang kabarnya bakal dipindahkan dari Provinsi Maluku ke daerah lain.

Menurut Murad, dirinya memang pernah mendengar kabar bahwa LIN akan dipindahkan. Namun bukan pindah Provinsi, melainkan pindah dari Pulau Ambon ke Kota Tual.

“Masalah LIN itu, pernah saya dengar mau dialihkan ke Tual, ditempatnya TW (Tomi Winata-red),” akui mantan Kapolda Maluku itu kepada awak media di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (19/1/22).

Tapi, saat itu menurut Murad, dirinya sempat bilang jika mau dialihkan ke Tual, mungkin dari yang 718 (Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia) disana.

“Akan tetapi LIN sama Ambon New Port tetap dibangun di Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah,” jelasnya.

Sekarang ini menurut Murad, untuk peletakan batu pertama pembangunan Ambon New Port, diserahkan ke Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi.

“Jadi kita tinggal tunggu aja dari Menteri Perhubungan, mau peletakan batu pertama kapan. Kita tinggal siap. Tapi tidak dialihkan ke mana-mana (LIN-red),” tegasnya.

Menanggapi terkait berbagai komentar pesimis tentang LIN Maluku yang sempat heboh di publik dan jagad maya, Murad mengaku, adanya komentar tersebut karena faktor tidak dekat.

“Nggak ada masalah apa-apa. Orang-orang inikan, awalnya mereka baik- baik sama kita. Begitu mereka udah mulai aneh, yah kita mulai menjauh. Makanya ada omongan kaya itu,” tandas Murad.

Dengan demikian, ditegaskan mantan Dankor Brimob Polri itu, terkait kedua proyek tersebut, tidak ada masalah.

“Ada pelabuhan LIN yang banyak, tapi semua pelabuhan LIN dari Kabupaten/Kota boleh aja dibangun, tapi pengiriman atau ekspornya tetap dari Ambon,” pungkasnya.

Diketahui, munculnya berbagai isu terkait pemindahan LIN dimulai karena keterlambatan peletakan batu pertama yang seharusnya pada November 2021 lalu.

Bahkan dalam beberapa hari terakhir, LIN diisukan sangat kencang akan pindah hingga ke Papua, akibat pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku dianggap tidak serius.

Padahal, Maluku merupakan salah satu daerah penghasil ikan terbanyak di Indonesia. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed