GMNI Tuntut Kapal Perintis Layari Pulau Romang

AMBON,MRNews,com.- Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ambon bersama puluhan warga Pulau Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya mendatangi Balai Rakyat Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin. Mereka menuntut kapal perintis kembali melayari sejumlah wilayah itu pulau itu. Para pendemo diterima langsung Ketua Komisi C DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias yang disamping Anggota Komisi C yang lain, masing-masing Julius Pattipeiluhu dan Lucky Wattimury di ruang Komisi C DPRD Provinsi Maluku. Koordinator Lapangan (Korlap), Harvey Leimahariwa mengaku, sudah sekitar 7 bulan kapal perintis sudah tidak lagi melayari Pulau Romang. Akibatnya, terjadi krisis ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Menurut dia, transportasi menjadi tolak ukur. Untuk itu, pihaknya menuntut DPRD Provinsi Maluku, khususnya Komisi C untuk menyikapi persoalan dimaksud. Dia mengaku, di pulau romang tidak ada pelayanan publik lantaran daerah tersebut mengalami krisis transportasi. “Kami meminta penjelasan Komisi C, soal kendala-kendala yang dihadapi warga Pulau Romang. Ada masyarakat yang sakit, untuk dibawa ke Rumah Sakit Wonreli, masyarakat harus menggelontorkan biaya sekitar Rp8 juta-Rp10 juta,” beber dia. Harvey juga mengungkapkan, akibat tidak adanya kapal perintis, ikut berpengaruh pada tidak adabya sembako yang dijual di Pulau Romang. “Kami juga mempertanyakan kinerja Komisi C. Kami minta Komisi C untuk segera memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan dan Ombudsman. Jangan kita hanya menyalahkan pemerintah pusat, karena ini daerah otonom, maka sudah diberikan kewenangan untuk menyelesaikan persoalan. Kami juga kecewa, karena Dishub Provinsi Maluku seakan-akan lepas tangan. Kami berpendapat, pengawasan yang dilakukan DPRD lewat Komisi C sangat kurang,” tegas Harvey. Menyikapi tuntutan tersebut, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias mengaku, masalah transportasi laut sudah dibicarakan pihaknya dengan Dishub Maluku dan PT. Pelni sejak 28 September 2018. “Saya tersinggung jika dikatakan kami (Komisi C) tidak bekerja. Selama ini kami bekerja sangat maksimal, untuk transportasi di Maluku. Kapal perintis Sabuk Nusantara 71 akan beroperasi tahun ini. Maluku dijatahi 15 buah kapal,” tandas Anos. (MR-01)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *