– – Wulan Guritno dan Yusuf Mahardika saat ini sedang menjadi sorotan setelah berakting bersama dalam film “Norma: Antara Mertua dan Menantu”. Film ini mengisahkan tentang perselingkuhan yang melibatkan karakter yang diperankan oleh keduanya.
Yusuf Mahardika memerankan karakter Irfan, seorang suami yang berselingkuh dengan ibu mertuanya, Rina yang diperankan oleh Wulan Guritno. Ini merupakan tantangan bagi Yusuf yang lebih dikenal melalui layar televisi. KapanLagi Talks kali ini akan membahas film tersebut bersama kedua bintang utamanya.
1. Flashback Sedikit, Apa Sih Reaksi Kalian Saat Denger Kasus Asli Film NORMA: ANTARA MERTUA DAN MENANTU?
Wulan Guritno: “Itu salah satu berita yang terus beredar, aku sempat terkejut dan berpikir, ‘wow, dunia ini sudah gila ya’.”
Yusuf Mahardika: “Saya kaget, ada kejadian kok bisa seperti itu.”
Wulan Guritno: “Apalagi, aku memerankan sebagai seorang ibu, jadi saya berpikir, ‘bagaimana seorang ibu bisa melakukan hal seperti itu’.”
2. Saat Pertama Kali Ditawari Main Film Ini, Seperti Apa Respon Kalian?
Yusuf Mahardika: “Saat pertama kali membaca skenario, saya merasa rumit dan kompleks karena film ini bukan tentang biografi, tetapi tentang hiburan. Ada penambahan dan pengurangan untuk membuatnya menarik. Awalnya saya merasa ragu, ‘bisa atau tidak ya’, tapi ketika melihat Mas Rosa juga terlibat, saya merasa lebih percaya.”
Wulan Guritno: “Awalnya saya juga ragu, tapi dengan adanya pendampingan dari Mas Rosa, saya merasa tertantang untuk menerima peran tersebut.”
3. Apa Lagi Sih yang Disajikan di Film Ini Selain Soal Perselingkuhan?
Yusuf Mahardika: “Di film ini, kita tidak hanya melihat perselingkuhan, tetapi juga emosi yang belum pernah terungkap sebelumnya. Kita dapat melihat bagaimana karakter Norma menghadapi kejadian tersebut.”
Wulan Guritno: “Film ini lebih fokus pada sudut pandang Norma, bukan Rina atau Irfan. Meskipun cerita berfokus pada sebab dan akibat dari masing-masing karakter, namun diambil dari sudut pandang yang lebih universal.”
4. Cerita Dong BTS Saat Kalian Dilempar Telur!
Wulan Guritno: “Saya dilempari dua telur.”
Yusuf Mahardika: “Saya hanya satu, tapi latihannya cukup banyak sebelumnya.”
Wulan Guritno: “Kami harus latihan sampai sempurna karena jika gagal, kami harus mandi terlebih dahulu sebelum pengambilan gambar berikutnya. Alhamdulillah, kami berhasil dalam satu kali take.”
Yusuf Mahardika: “Jika gagal, kami benar-benar menangis.”
5. Boleh Spill Nggak Adegan yang Paling Banyak Take?
Yusuf Mahardika: “Adegan penggerebekan di kamar sebelum kejadian di geret warga adalah adegan yang membutuhkan banyak pengulangan karena kompleksitasnya.”
Wulan Guritno: “Secara umum, adegan yang membutuhkan banyak take adalah adegan yang rumit dan memakan waktu, seperti adegan di pengadilan.”
6. Ada Perspektif Baru Nggak Sih yang Kalian Dapat Setelah Main Film Ini?
Yusuf Mahardika: “Setelah bermain dalam film ini, saya percaya bahwa hal-hal yang tidak masuk akal bisa terjadi di dunia ini. Komunikasi dan kepercayaan dalam hubungan sangat penting untuk menjaga keharmonisan keluarga dan hubungan lainnya.”
Wulan Guritno: “Saya belajar bahwa setiap keluarga memiliki cerita dan latar belakangnya sendiri. Tidak ada yang bisa dipukul rata, namun penting untuk bisa memahami dan menghargai perbedaan tersebut.”
7. Q & A
Q: Apa tema utama film Norma: Antara Mertua dan Menantu?
A: Tema utama film ini adalah perselingkuhan yang melibatkan karakter ibu mertua dan menantu.
Q: Siapa yang berperan dalam film Norma?
A: Wulan Guritno berperan sebagai Rina dan Yusuf Mahardika sebagai Irfan.
Q: Apa yang membuat film ini menarik?
A: Film ini menyajikan adegan emosional dan terinspirasi dari kisah viral yang nyata.
Artikel serupa :
- Film Indonesia April 2025: Horor hingga Drama Inspiratif
- Film ‘RAMBUT SEWU: SATU LANGKAH GETIH’ – Zakir Rasyidin Gandeng Donny Alamsyah
- Misteri Acha Septriasa: Sensitif dan Diikuti Makhluk Halus Saat Syuting
- Rahasia Arya Saloka: Makan Kertas dari Kloset di Film Dendam Malam
- Dian Sastrowardoyo & Ali Fikry Bicara Tantangan di Film ‘ESOK TANPA IBU’

Sebagai jurnalis televisi yang telah berkarier selama lebih dari delapan tahun,
Rizky Aditya dikenal karena kepiawaiannya dalam menyajikan laporan
langsung dan investigasi mendalam.






