AMBON,MRNews.com,- Program bacarita basudara Manise (Maluku Aman, Damai dan Sejahtera) yang digagas Kapolda Maluku saat ini dikenalkan ke pimpinan media dan organisasi pers baik PWI Maluku, IJTI Maluku, AJI Ambon dan AMSI Maluku-Maluku Utara, Jum’at (10/6).
Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif katakan, “Basudara Manise” relevan dengan konteks ke-Maluku-an yang kuat adat istiadat dan budaya. Manise itu jadi ciri khas orang Maluku yang terkenal karena hospitality, keramahannya.
“Mewujudkan Maluku Manise jadi konseren saya dan Polda. Ini adalah hal positif yang bisa kita angkat menjadi kekuatan. Saya akan bekerja fokus untuk tiga konsep ini. Dan saya ingin teman-teman dapat membantu,” harapnya.
Sebab memang dalam aspek ini, menjadi tanggungjawab bersama untuk membuat Maluku aman, damai dan sejahtera, bukan saja tugas Polri atau pemerintah. Tapi semua pihak terutama masyarakat.
“Pers memegang peranan penting. Maluku aman, damai dan sejahtera tidak bisa dikembalikan ke orang lain, tapi kepada kita orang Maluku sendiri. Polri hanya bertugas memastikan Kamtibmas tetap terjaga baik,” sebutnya di Rupattama Polda Maluku.
Apalagi hasil identifikasi permasalahan di Maluku sejauh ini, kata Lotharia, selain masalah penanganan Covid-19 yang masih rendah dan pemulihan ekonomi nasional tetapi juga masalah konflik sosial jadi atensi pihaknya.
Dimana masih terdapat 52 titik konflik tentang batas desa/negeri, yang kemudian meluas jadi konflik sosial dan komunal. Kemudian kerukunan antar negeri perlu ditingkatkan, seiring masih kuatnya adat istiadat dijunjung dan dijaga.
“Tak hanya itu, masih adanya sekat-sekat komunal dan fanatisme agama yang menjurus radikalisme juga menjadi konseren kita,” jelasnya.
Meskipun kesolidan masyarakat Maluku itu fakta namun kata Lotharia, tidak dipungkiri pula bahwa kadangkala disalah artikan ketika terjadi konflik perorangan tapi tidak diselesaikan, malah dianggap konflik antar negeri.
“Ini yang kita sayangkan. Tentu akan menjadi PR kita bersama dan tidak boleh kita nafikkan. Realita yang masih terjadi di Maluku ini. Himbauan sering saya bilang dibeberapa kesempatan karena daerah lain sudah maju, kita masih sibuk dengan urusan seperti itu,” urainya.
Polri saat ini termasuk Polda Maluku tambahnya, tidak anti kritik. Polri akan terus berbenah melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.
“Hal yang baik dari kami silakan beritakan agar masyarakat tahu. Namun yang tidak baik juga kami terbuka untuk dikritik namun dengan tetap kedepankan asas check and balance,” pungkasnya.
Hadir dampingi Kapolda di kesempatan tersebut yaitu Irwasda Maluku, Karo Ops, Direktur Intelkam dan Kabid Humas. (MR-02)











Comment