by

Vaksin Booster Masih 3.67 Persen, Didominasi Nakes

AMBON,MRNews.com,- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ambon Wendy Pelupessy menjelaskan, hingga saat ini, vaksin dosis ketiga atau booster di Kota Ambon sangat minim, baru mencapai sekitar 3,67 persen. Nakes tercatat yang paling banyak di-Booster.

“Vaksin booster baru 3,67 persen. Masih didominasi oleh tenaga kesehatan (Nakes) 66 persen atau 2327 orang,” sebut Pelupessy kepada media ini di Ambon, Minggu (6/3/22).

Setelah Nakes, berada diurutan kedua penyumbang booster 7 persen ialah masyarakat umum dan kelompok rentan. Kemudian barulah warga lanjut usia (Lansia) sebesar 5 persen.

“Kategori yang bisa vaksin ketiga atau booster ini hanya usia 18 tahun ke atas. Sementara bagi anak-anak usia sekolah belum bisa, sebab masih dibawah syarat umur itu,” terang Wendy.

Ditegaskan Wendy, masih rendahnya warga yang vaksin booster di Ambon atau 3,67 persen karena memang syarat utamanya harus 6 bulan jarak suntikan vaksin dari dosis kedua ke dosis ketiga.

“Jadi kalau belum 6 bulan jaraknya yah belum bisa booster. Tapi sekarang sudah ada edaran terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yakni hanya tiga (3) bulan. Jadi kita lagi lakukan penyesuaian dengan data P-Carenya. Karena harus ada tiket baru dia bisa divaksin,” urai Pelupessy.

Khusus vaksinasi anak sekolah usia SD 6-11 tahun tambah Pelupessy, sudah mencapai 68,76 persen. Dari target sebesar 31.718, baru divaksin dosis pertama yakni 21.855 anak.

“Sedangkan vaksin dosis kedua, baru 27,16 persen. Berarti masih setengah dari seluruh siswa dosis pertama. Sementara dosis pertama juga belum capai 70 persen. Kita terus genjot apalagi belajar tatap muka terbawa akan jalan lagi,” ungkapnya.

Pihaknya kata Wendy, terus mengajak warga kota Ambon khususnya yang ingin vaksin booster atau dosis kedua, lokasi vaksin masih tetap terbuka di Tribun Lapangan Merdeka, di Puskesmas terdekat maupun serbuan vaksinasi yang dilakukan stakeholder terkait, baik TNI maupun Polri.

“Salah satu aspek kesembuhan Covid-19 tinggi di Ambon karena mereka yang terpapar mayoritas sudah vaksin dan gejala ringan, sehingga cepat sembuh. Beda jika yang belum vaksin sama sekali, mudah terpapar apalagi bila tidak disiplin protokol kesehatan (Prokes),” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed