by

Usung Konsep Sea, Dry Land, City & Joy, Boi Akih-MBO Siap Berkolaborasi

AMBON,MRNews.com,- Dengan mengusung konsep sea, dry land, city and Joy, Boi Akih, trio musik jazz yang berbasis di Amsterdam, Belanda bakal kembali menampilkan karya musiknya di Kota Ambon setelah cukup lama “hilang”.

Tak tanggung-tanggung, Molluca Bamboowind Orchestra (MBO), grup orkes suling bambu asuhan Rence Alfons asal Dusun Tuni pun digandeng untuk kolaborasi musik lintas budaya, Maluku, Bali dan Western, Maret mendatang.

Salah satu pentolan Boi Akih, Monica Akihary mengaku, pertunjukan konser bertajuk from and to Infinity ke 2 ini yang
bekerjasama dengan MBO bakal tersaji berbeda. Sebab musik Boi Akih akan dibuat lebih bagus.

“Musik bersama komposisi baru dan inspirasi lagu yang baru dengan empat konsep sea, dry land, city dan joy. Konser musik kali ini merupakan kolaborasi musik Bali, Maluku dan Western (barat),” tandas Monica di Haang Natural Teater, Tuni, Senin (28/2).

Sang komposer MBO, Rence Alfons menyatakan, grup musik Boi Akih tertarik kembali membuat konser musik dengan venue di dusun Tuni dengan harapan daerah ini akan bangkit jika jadi tempat perform musik tetap, diikuti sektor lainnya seperti kuliner akan ikut dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, konser musik akan dilakukan selama tiga hari yakni tanggal 4 Maret 2022 di Haang Natural Teater, 7 Maret di Sekolah Dasar Tuni dan 11 Maret di Ihuroang Amphy Theater Kapa Tuni.

“Konser 3 hari materinya berbeda. Tanggal 4 Boi Akih dan MBO main sendiri. Tanggal 7 komposisi Boi Aki dan I Made Subandi kolaborasi dengan 10 sekolah ploting, SD Tuni dan 1 komposisi kolaborasi bersama. Tanggal 11 fokus untuk from and to infinity 2 dengan konsep sea, dry land, city dan joy,” beber Alfons.

Ditambahkan, setiap penampilan tentu dengan materi beda-beda. Selain konser musik, bakal juga ada kolaborasi pembacaan puisi dari seniman muda, Calvin Papilaya.

“Konser terbuka untuk umum, gratis. Bebas musik untuk semua. Sebab Tuni salah satu dusun tujuan wisata berbasis musik dan kehadiran MBO di Tuni untuk kembangkan dusun agar ide membuat Dusun Tuni menjadi destinasi wisata berbasik musik berjalan dengan baik,” demikian komposer ternama yang kaya pengalaman itu.

Sementara, I Made Subandi, salah satu partisipan konser musik mengaku senang bisa kolaborasi bersama dengan Boi Akih dan MBO. Dimana ada sentuhan rasa kerjasama saling mengisi, menerima dan mendengarkan pesan yang didapatkan.

“Dengan Boi Akih ada inspirasi sentuhan baru bagi saya. Buat saya banyak belajar.  Garapan komposisi dari kerjasama filling baru, ada pesan western dan lokal dengan paduan alat musik Bali gender slendro maching dengan gitar Niel Boi Akih menjadi komposisi dan nuansa baru,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed