by

Tuntut Pulang Kampung, Pengungsi Pelauw Bertemu DPRD Maluku

AMBON,MRNews.com.-. Aksi demo damai kembali dilakukan masyarakat pengungsi Desa Pelauw, Kabupaten Maluku Tengah di DPRD Provinsi Maluku. Ratusan orang pengungsi memenuhi halaman DPRD sejak pagi. Aksi ini merupakan aksi lanjutan yang dilakukan pekan kemarin.

Sebanyak 35 orang perwakilan pengungsi diarahkan untuk melakukan pertemuan secara tertutup di ruang DPRD Maluku yang dipimpin Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury dihadiri wakil Ketua asal Gerindra, Melkianus Sairdekut, Wakil Ketua asal Partai Golkar, Rasyad Effendi Latuconsina, Wakil Ketua Azis Sangkala asal Partai Keadilan Sejahtera, Sekertaris DPRD, Bodewin Wattimena serta anggota DPRD Maluku.

Diketahui, masyarakat Pelauw yang tergusur sejak terjadi konflik sesama orang Pelauw sejak tahun 2011 karena masalah prinsip terkait pemahaman adat maupun tradisi .

Ali Talaohu perwakilan pengungsi mengakui jika akibat terjadi kesalahanpahaman maka terjadi konflik dan masyarakat mengungsi di beberapa dusun tetangga bahkan di hutan tanpa perhatian pemerintah.

” Karena merasa tidak dipedulikan, pengungsi asal Pelauw yang tergusur dari tanah kelahirannya meminta keadilan kepada wakil rakyat di DPRD Maluku. Pengungsi ingin kembali ke tanah leluhur namun jika tidak bisa maka gedung DPRD Maluku akan menjadi tempat pengungsian kami” ujarnya.

Ketua Komisi I Amir Rumra meminta agar persoalan internal masyarakat Desa Pelauw agar disikapi secara cepat dengan melakukan koordinasi lintas sektor terkait perbedaan pemahaman .

Edison Sarimanella mengharapkan agar perbedaan prinsip soal perbedaan pemahaman tradisi dapat diselesaikan secara baik.

” Apa yang tidak bisa diselesaikan sebagai orang basudara karena itu diharapkan bisa dimediasi dan diselesaikan dengan baik” ujar Sarimanella.

Ketua Komisi III Richard Rahakbauw menegaskan persoalan ini mesti disikapi lintas sektor dengan pihak Kabupaten Maluku Tengah.

” Langkah yang akan kita lakukan adalah perlu menghadirkan masyarakat yang masih ada Desa Pelauw untuk mendengar keinginan mereka apakah setuju jika pengungsi ini dipulangkan. Namun kita juga perlu memikirkan solusi lain dalam penyelesaian masalah ini” ujar Rahakbauw.

Ketua Fraksi Partai Golkar Anos Yermias mengatakan dalam penyelesaian masalah internal perlu mengundang , pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk meminta penjelasan lebih dan mediasi .

“Keprihatinan kami adalah persoalan ini terjadi sudah 10 tahun lalu. Karena itu perlu diselesaikan ” ujar Yermias.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Benhur Watubun mengatakan jika persoalan ini adalah tugas yang harus disikapi dengan baik karena negara menjamin hak dan hidup tiap warga negara.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Rasyad Effendi Latuconsina mengaku sangat terharu memberi respon yang baik atas kehadiran semua saudara asal dari Pelauw.

“Sesulit apapun masalah pasti akan ada jalan penyelesaian yang penting ada niat dan tetap menjaga kedamaian . Kerena itu, topangan rekan rekan di DPRD untuk bisa menyelesaikan dengan baik” demikian Latuconsina yang juga sebagai Raja Pelauw.

Usai pertemuan, Sekertaris DPRD Maluku, Bodewin Wattimena menemui masa yang telah menunggu di halaman DPRD Maluku mengatakan jika aspirasi masyarakat pengungsi telah diterima oleh anggota DPRD Maluku dan segera melakukan langkah-langkah yang cepat untuk menyelesaikan persoalan pengungsi masyarakat Desa Pelauw. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed