AMBON,MRNews.com,- Supir tangki mobil air bernama Ian, yang sempat kabur pasca kejadian tabrakan “maut” di jalan Farmasi Atas Kudamati Kecamatan Nusaniwe, Kamis (27/10) akhirnya menyerahkan diri.
Terduga pelaku itu datang sendiri untuk berproses hukum ke Satlantas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah dilakukannya.
“Sudah, yang bersangkutan (sopir) itu sudah menyerahkan diri ke Satlantas Polresta Ambon Jum’at, 28 Oktober atau sehari pasca kejadian,” beber Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease IPDA Moyo Utomo, Sabtu (29/10).
Sebagaimana diberitakan, Lakalantas yang melibatkan mobil tangki air vs motor di ruas jalan Farmasi Atas tanjakan depan Gereja Christy Natalia Kelurahan Kudamati terjadi, Kamis (27/10) malam.
Ialah mobil tanki air warna hijau merk Hino dengan Nopol DE 8323 MU versus motor Yupiter Z warna hitam merk Yamaha dengan Nopol DE 2625 LB yang terlibat.
Akibatnya, Aksioma Robert Imanuel Fransz alias Ari (25) warga Benteng RT 001/002 Kecamatan Nusaniwe yang dibonceng pun meninggal dunia karena ditabrak mobil tangki.
Korban luka parah di bagian kanan kepala, hidung, bagian rusuk dan pinggul kanan luka lecet dan memar, juga kaki kanan dan kiri luka lecet dan memar.
Rekan korban, Orlando Louis (22) yang mengendarai motor selamat karena hanya luka lecet di kaki kanan. Sementara supir mobil tangki, Ino melarikan diri alias kabur.
Orlando menuturkan, awalnya dia dihubungi korban untuk menjemputnya di Dusun Kezia. Usai menjemput dengan motor, keduanya kembali dengan tujuan ke rumah korban menyusuri kawasan Farmasi.
Ketika dalam perjalanan dan tiba di TKP, dia merasakan “bak” ada angin besar dari arah belakang kendaraan. Penasaran, Orlando lalu menoleh. Naas, ternyata mobil tangki air meluncur dengan cepat ke arah keduanya. Tabrakan pun sulit dihindari.
“Baik saksi maupun korban pun terjatuh ke jalan raya. Pengendara tak parah karena dia yang bawa motor, sementara korban yang dibonceng terpental dan meninggal di TKP,” jelas Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease IPDA Moyo Utomo, Jumat (28/10).
Kernet mobil tangki air, Richard Takaria (47) juga menjelaskan, awalnya dia dan sang sopir baru saja membawa air ke konsumen di Karang Tagepe dan akan kembali ke Wainitu.
Tapi setiba di TKP, mobil dalam keadaan laju dan sulit dikuasai. Diduga rem blong. Hal itu membuat supir panik dan menabrak korban dan pengendara motor di depannya.
“Karena panik, supir langsung membuka pintu mobil untuk kabur. Kasus ini telah ditangani unit Satlantas Polresta Ambon,” beber Moyo.
Untuk kendaraan roda dua yang ditabrak kata Moyo, rusak di spakbor belakang dan felak bagian belakang patah. Sedangkan
mobil tangki rusak di bagian depan. (MR-02)











Comment