Kabar Duka dari Dunia Seni Indonesia
Dunia seni di Indonesia baru-baru ini kehilangan salah satu tokohnya, Subarkah Hadisarjana Yoeswadi, seorang aktor veteran dan seniman yang sangat berbakat. Beliau meninggal pada hari Selasa, 11 Maret 2025, di usia 67 tahun. Kepergiannya menyisakan duka yang sangat dalam di hati keluarga, teman-teman seprofesinya, dan semua orang yang pernah bekerja sama dalam industri film dan teater.
Prosesi pemakaman Subarkah yang dikenal lewat perannya dalam film Get Merried 3 dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tapos, Bogor, Jawa Barat. Pemakaman tersebut dihadiri oleh keluarga, sahabat, serta para kolega yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada seorang seniman yang telah mengabdikan dirinya untuk dunia seni peran dan tata rias.
Berita Lainnya
– Peringatan Hari Musik Nasional 9 Maret 2025 di Tengah Isu Royalti, Para Musisi Beri Ucapan dan Harapan
– Absurd! Resep Kolak Pisang Singkong Cangkaleng Versi Video Klip Tuturut Munding: Doel Sumbang X Koil X Kuburan
Danan, anak dari almarhum Subarkah, mengungkapkan kepada para wartawan bahwa ayahnya telah berjuang melawan kanker di bagian THT selama tiga tahun terakhir. Meski telah menjalani berbagai jenis pengobatan, kondisi Subarkah terus memburuk, terutama di tahun terakhir ini.
“Pada awalnya terdapat gangguan pada THT, di mana terdeteksi adanya sel kanker. Selama kurang lebih dua tahun, beliau menjalani kemoterapi dan radiasi. Namun, mungkin karena kondisi fisiknya tidak kuat, beliau sempat menghentikan pengobatan tersebut,” ujar Danan di TPU Tapos.
Walaupun kondisi kesehatannya terus menurun, Subarkah tetap bersemangat menjalani kehidupannya. Sampai akhir hayatnya, ia masih aktif dalam dunia teater, bekerja sebagai makeup artist, dan mengajar sebagai dosen. Cintanya terhadap seni sangat besar, dan meskipun komunikasi dengan keluarga menjadi semakin sulit, ia masih mampu menunjukkan kesadaran yang baik dan merespons orang-orang di sekitarnya.
Subarkah Hadisarjana dikenal luas karena kontribusinya dalam dunia seni, khususnya sebagai penata rias dalam film legendaris G30S/PKI yang disutradarai oleh Arifin C. Noer. Salah satu karya spektakulernya adalah efek darah yang ia ciptakan dalam film tersebut, yang mendapat pengakuan luas. Atas jasa-jasanya, pemerintah pernah memberikan beasiswa kepadanya untuk studi seni rupa lebih lanjut di Jerman.
Artikel serupa :
- Subarkah Hadisarjana: Sang Maestro Panggung dan Layar, Kenangan Abadi!
- Rangga Riantiarno Mengenang Subarkah Hadisarjana: Sosok Legendaris Teater Koma Yang Tak Tergantikan!
- Jaja Miharja Dilarikan ke UGD: Infeksi Usus & Ginjal, Update Kondisi Terkini!
- Tragis! Yu Meng Long Meninggal Dunia: Simak Deretan Drama Terpopulernya
- Wow! Lesbumi PCNU Tasikmalaya Raih Gelar Sutradara Terbaik: Sukses di Lanjong Art Festival 2025

Dewi Permata adalah jurnalis hiburan yang memiliki hasrat besar terhadap
dunia perfilman, musik, dan budaya populer. Dengan pengalaman lebih
dari tujuh tahun di industri media, ia telah melakukan wawancara
eksklusif dengan banyak tokoh terkenal dan mengulas berbagai tren di
industri hiburan.






