Studio Audio Post Production Kelas Global Hadir di Indonesia: Kualitas Film Lokal Makin Moncer

Kualitas Film Lokal Bersiap Makin Moncer, Studio Audio Post Production Kelas Global Hadir di Indonesia

Agustus 23, 2025

Film Indonesia: Meraih Panggung Internasional

– Ketika berbicara tentang industri film Indonesia, prestasinya tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan produksi yang terus meningkat dari waktu ke waktu, bioskop-bioskop di Tanah Air selalu dipadati oleh para penggemar film.

Selain itu, beberapa film Indonesia juga telah berhasil meraih pengakuan di berbagai festival film internasional, mulai dari Busan International Film Festival, Toronto International Film Festival, hingga Cannes Film Festival.

Tidak mengherankan jika masyarakat menaruh harapan besar pada film-film karya anak bangsa. Namun, untuk menciptakan film dengan kualitas global, bukanlah suatu hal yang mudah. Proses produksi film melibatkan berbagai tahapan mulai dari sunting suara, color grading, hingga efek visual atau VFX.

1. Kolaborasi Produksi di Indonesia

Untuk mencapai hasil terbaik, para produser dan sutradara film seringkali harus bekerja sama dengan tenaga ahli dari luar negeri dalam proses post production. Namun, kini ada kabar baik bagi industri film Indonesia.

Bespoke Lab Indonesia dan Kantana Post Production telah menjalin kerjasama. Menurut Robert Simanjuntak sebagai Country Manager Bespoke Lab Indonesia, kolaborasi ini memungkinkan proses audio post-production yang sebelumnya harus dilakukan di Thailand dapat dilakukan di Jakarta.

“Dari 20 proses audio post, 5 hingga 6 tahapan penting kini dapat dilakukan di Jakarta, sehingga dapat mengurangi biaya produksi secara signifikan,” tambah Robert Simanjuntak.

2. Sertifikasi Dolby untuk Kualitas Terbaik

Kantana, studio film asal Thailand yang telah berpengalaman lebih dari 70 tahun dalam produksi dan pascaproduksi film, merupakan studio pertama di Asia yang memiliki sertifikasi Dolby.

Sementara Bespoke Lab adalah pemimpin global dalam layanan konten lokal yang berbasis di Korea Selatan dan kini mengoperasikan enam fasilitas di kawasan Asia-Pasifik.

BACA  Baim Wong buka-bukaan soal adegan kasar di Suamiku Lukaku: ditampar langsung oleh Acha Septriasa

“Kantana dikenal sebagai studio kelas atas yang biasanya hanya bekerja dengan film-film besar, seperti karya Joko Anwar dan Raditya Dika. Kami ingin membawa kualitas tersebut lebih dekat kepada film-film dengan anggaran menengah atau kecil,” ungkapnya.

3. Layanan Final Mixing untuk Kualitas Premium

Selain itu, mereka juga menyediakan layanan final mixing langsung di ruang yang setara dengan bioskop, hal yang jarang tersedia di Indonesia.

“Kami bertujuan untuk menjadi pilihan utama bagi produser atau sineas lokal maupun regional yang menginginkan layanan audio post-production premium tanpa harus meninggalkan Indonesia,” kata Betty Cho.

Artikel serupa :

Beri nilai postingan ini

Tinggalkan komentar

Share to...