AMBON,MRNews.com,- Rencana pencanangan sekaligus pemasangan PIN Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada ASN Pemkot Ambon sudah direalisasikan, Selasa (7/6).
Pencanangan dan pemasangan PIN WTP dimulai kepada Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah dan Kepala Desa/Raja saat apel bersama di lapangan upacara Balaikota oleh Penjabat Walikota Bodewin Wattimena.
Dikesempatan tersebut, Penjabat katakan, PIN WTP tersebut wajib dipakai seluruh ASN Pemkot tanpa kecuali, khusus pada hari Senin dan Selasa yang bertepatan pula dengan penggunaan pakaian formal ASN dan baju cele khas Ambon.
“PIN itu wajib dipakai semua ASN termasuk tenaga kontrak. Namun hanya di hari Senin dan Selasa saja baru dipakai. Karena kan juga banyak PIN ASN tuh yang banyak dipakai,” terang Wattimena.
Langkah ini kata dia, harus dimulai. Meski kedepan akan berlanjut atau tidak pasca purna tugas sebagai Penjabat Walikota, itu soal nanti.
Tetapi yang terpenting ialah memberi motivasi dan semangat untuk semua jajaran ASN Pemkot agar menuju kesana, mendapat lagi penilaian opini WTP dari BPK terhadap laporan keuangan, dari yang saat ini Disclaimer.
“Menuju ke WTP itu kan mungkin bukan satu tahun, harus dua tahun atau tiga tahun terserah, tapi minimal semua proses ini katong harus bangun menuju kesana. Perbaikan-perbaikan di dalam sistem pengelolaan keuangan mesti kita lakukan saat ini dan kedepan,” jelasnya.
Meskipun sederhana kelihatannya namun Wattimena optimis, dengan semangat perbaikan dan penata kelolaan keuangan secara baik oleh semua instansi, serta etos kerja yang tinggi, bukan mustahil capaian WTP bisa diraih lagi oleh Kota Ambon.
Oleh sebab itu, tambahnya, inisiatif dan inovasi sangat penting dilakukan, tak saja dari pimpinan OPD namun pegawai biasa sekalipun harus ada hal itu. Demikian pula tidak boleh ada rasa takut dan tertekan dalam tugas.
“Sebagai pelayan masyarakat, katong harus memiliki semangat kerja yang tinggi. Bapak/ibu jangan takut melakukan sesuatu. Harus memiliki inisiatif, inovasi dalam bekerja. Tidak boleh bekerja dalam ketakutan, dan dalam tekanan. Kalau itu terjadi maka inisiatif, inovasi katong akan hilang,” ingatnya. (MR-02)











Comment