by

Seminar Wawasan Kebangsaan, Wakil Ketua DPD RI Jadi Narasumber Utama

AMBON,MRNews.com,- Dalam rangka menyemarakkan HUT ke 76 Republik Indonesia dan membangun nilai- nilai wawasan kebangsaan, Kodam XVI/Pattimura menggagas seminar wawasan kebangsaan yang dihadiri Perwira Kodam XVI/Pattimura di Aula Slamet Riyadi Korem 151/Binaiya Kota Ambon, Rabu (18/8/21).

Seminar menghadirkan Wakil Ketua 1 DPD RI Letjen TNI (Purn) Nono Sampono, yang juga Senator asal daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Maluku selaku narasumber atau pembicara utama.

Pada kesempatan tersebut, Senator dua periode itu membawakan materi tentang perkembangan lingkungan Strategis Kawasan Asia-Pasifik yang berpengaruh terhadap Pergeseran Geopolitik-Geoekonomi-Geostrategi Asean (Indonesia) saat ini.

Nono mengingatkan, Indonesia harus mewaspadai perkembangan lingkungan strategi kawasan Asia Pasifik yang berpengaruh terhadap pergeseran Geo Politik, Geo Ekonomi dan Geo Strategi.

“Yang bakal terpengaruh oleh perkembangan lingkungan strategi kawasan Asia Pasifik sebenarnya bukan hanya kita (Indonesia), tapi secara keseluruhan akan menimpa Negara-negara Asean,” ujarnya.

Pasalnya sejak Mei 2018, sudah terjadi perubahan-perubahan besar keamanan di Asia yang dinamakan Indo Pacifik Region. Yang paling harus diwasapadai akui Nono bukan hanya sebatas kemanan perbatasan. Tapi efek persaingan perdagangan global yang bakal masuk melalui jalur-jalur laut dan pemanfaatan pelabuhan Indonesia.

“Kita harus akui, saat ini barang-barang dari China misalnya, itu sudah kemana-mana, banyak Negara sudah ketergantungan dengan China, termasuk negara kita,” urainya.

“Bisa kita bayangkan, dari kita bangun tidur, mandi sampai berangkat kerja kita hampir menggunakan barang China. Demikian juga perabotan dan asesoris rumah tangga juga dari China,” timpalnya.

Hingga saat ini kata Nono lagi, Indonesia masih kalah agresif dalam memperluas pasar maupun investasi di kawasan Asia Tenggara dibandingkan dengan negara-negara anggota Asean yang lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam.

Sebagai negara dengan wilayah terluas dan memiliki area yang menjadi penghubung sebagian besar negara di Asia Tenggara, Indonesia harus mengoptimalkan peluang strategis di kawasan tersebut tidak hanya ekspor produk barang maupun jasa, namun juga investasi.

Investasi ini tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional tapi juga memperkuat integrasi antar kawasan.

Untuk itu Nono berharap tidak boleh terperovokasi dengan ancaman-ancaman keamanan dari luar, yang bertujuan untuk mengacaukan konsentrasi bangsa Indonesia untuk mengimbangi persaingan dagang negara-negara kuat.

“Kita jangan terkecoh, termasuk provokasi Natuna. Ingat kita ini Poros Maritim Dunia, jadi yang megang kendali itu kita,” tegasnya.

Untuk itu, Nono menawarkan berbagai hal dalam konteks Asean. Pertama, Indonesia tidak bisa berfikir atau ingin maju sendiri, namun harus berfikir maju bersama dengan negara-negara Asean.

“Kemudian, kita harus menghindari konflik dan fokus menjaga arus pelayaran khususnya di kawasan laut China Selatan. Kemudian kita juga harus secepatnya melakukan diplomasi-diplomasi Maritim. Kenapa? Ya karena arus perdagangan akan lebih banyak melintasi laut,” urainya.

Indonesia kata Nono, sebenarnya memiliki keunggulan bukan hanya dari sumber daya alam (SDA) namun juga posisi geografis strategis di kawasan Asean. Posisi tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal baik untuk jalur perdagangan maupun jalur logistik yang memungkinkan proses investasi berjalan lebih baik lagi.

Berbagai macam sektor yang tersedia di kawasan Asia Tenggara sangat potensial untuk dimanfaatkan Indonesia. Kerjasama (partnership) dengan pengusaha lokal di masing-masing negara juga terbuka lebar.

“Investasi di kawasan Asean akan membantu Indonesia untuk mengurangi tekanan sebagai dampak dari perang dagang Amerika Serikat-China. Selain itu, kehadiran Indonesia di kawasan Asia Tenggara dalam jangka panjang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan,” pungkasnya.

Selain Nono, dua anggota DPD-RI lainnya asal Maluku, Novita Anakotta dan Mirati Dewaningsih Tuasikal bersama Senator asal Maluku Utara ikut hadir menyumbangkan pikiran kontribusinya dalam memperkaya wawasan kebangsaan masyarakat.

Sementara internal Kodam, ialah Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya, Danrem 151/BInaiya Brigjen TNI Arnold A.P Ritiauw, Kapoksahli Pangdam XVI/PTM Brigjen TNI Heri Safari, Kabalak dan Dansat jajaran Kodam. (MR-02/okezone)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed