by

Sekkot Ambon Tegur Keras Camat Sirimau

AMBON,MRNews.com,- Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse menegur keras Camat Sirimau Aulia Waliulu yang tidak hadiri agenda penting Pemerintah Kota (Pemkot) berkaitan masalah kebencanaan yang digagas BPBD Kota Ambon.

“Protokol ingatkan saya yah, soal Camat Sirimau. Harus ditegur ini. Saya yang dalam kondisi tidak fit saja dan baru tiba dari Jakarta pagi, belum tidur, tapi mau hadir karena merasa kegiatan ini penting,” tegas Sekkot diikuti tepuk tangan peserta pelatihan manajemen organisasi kelompok masyarakat siaga bencana (KMSB).

Sebagai pimpinan ASN tertinggi di Kota Ambon dan sangat berpengalaman di pemerintahan, Ririmasse mengaku, soal hal-hal ini dirinya sangat tegas dan keras soal ini, apalagi bicara soal masalah kebencanaan yang sering terjadi di Ambon.

“Bicara masalah bencana ini sangat penting, tanggungjawab semua. Jangan sampai ketika bencana, pemerintah yang disalahkan. Tanggungjawab selaku pengambil kebijakan di Kecamatan dan OPD harus ada dan diseriusi,” jelasnya di Manise Hotel Ambon, Kamis (31/3).

“Nanti Kalak BPBD buat teguran dan saya akan tegur langsung Camat. Supaya hal ini tidak terulang lagi kedepan. Camat harus jadi contoh bagi aparatur dibawahnya. Diundang yah harus hargai undangan itu apalagi kegiatan seperti ini,” tukasnya.

Penegasan yang sama, diakui Ririmasse, tak hanya bagi Camat, tapi berlaku juga bagi Kepala OPD di Pemkot Ambon.

Bahwa ketika ada kegiatan pemerintahan yang dihadiri pimpinan daerah baik Walikota, Wakil Walikota maupun Sekkot, pimpinan OPD wajib hadir sebagai bentuk tanggungjawab dan penghargaan selaku pelayan masyarakat.

“Saya ini punya rekam jejak di birokrasi paripurna. Pernah jadi Lurah, Camat, Sekdis, Kepala Dinas hingga Asisten dan kini Sekkot. Jadi saya sangat paham sekali soal-soal birokrasi,” urainya.

“Jadi budaya malas sebagai pelayan masyarakat harus dibuang. Kalau kita melayani pakai hati, semua akan baik-baik saja,” sambung Ririmasse.

Selain soal kedisplinan aparatur sipil negara (ASN), mantan Kadis Dukcapil Kota Kupang itu juga mengingatkan pegawai protokoler agar lagu Indonesia Raya tidak boleh didengarkan tapi dinyanyikan bersama.

“Tidak ada mendengarkan tapi menyanyikan. Kita semua dari kecil ikut upacara bendera, selalu menyanyi lagu Indonesia Raya. Itu maknanya untuk ingatkan warga negara soal rasa cinta tanah air dan nasionalisme. Hanya karena Pandemi Covid-19 saja lalu dibatasi Prokes, tapi kita fleksibel,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed