AMBON,MRNews.com,- Sampah di Kota Ambon setiap harinya dihasilkan dari rumah tangga sebesar 220 ton.
Dengan kemampuan pemerintah kota (Pemkot) Ambon yang terbatas dalam aspek armada dan tenaga, hanya mampu mengangkut 160 ton untuk dibawah ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Itu berarti setiap hari ada sekitar 60 ton yang masih tertinggal alias tidak bisa terangkut armada kita di Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP),” jelas Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena kepada media ini di Ambon, Minggu (3/7).
Meski begitu kata dia, berbagai upaya dilakukan demi mewujudkan Ambon bersih di siang hari, salah satunya edukasi dan sosialisasi masif ke semua stakeholder. Sebab Ambon bersih ini bagian salah satu dari 11 kebijakan prioritas.
“Bapak/ibu kalau ke kota-kota lain luar biasa kebersihannya. Maka sejak menjadi Penjabat Walikota, saya berupaya ubah kita punya pola penanganan sampah. Tidak lagi dengan cara konvensional, angkut dan buang tapi sudah harus masuk ke bagaimana mengolah sampah,” bebernya.
Patut disyukuri kata Wattimena, di Kota Ambon sementara dibangun pabrik plastik yang nantinya sangat bermanfaat. Namun diharapkan kedepan, tak saja itu, tapi juga bisa dibangun pabrik pengolahan pupuk kompos.
“Supaya ketika pabrik plastik ada, 30 persen dari sampah yang dihasilkan setiap hari dapat kita urai menjadi habis. Maka kalau pabrik pupuk kompos sudah ada, 60 persen yang dihasilkan setiap hari, kita olah menjadi pupuk kompos,” ulasnya.
“Tinggal mungkin 5-10 persen itu sampah-sampah yang tidak bisa dipakai atau daur ulang, sehabis pakai, seperti Pampers dan sebagainya yang satu-satunya jalan dengan musnahkan,” jelas Wattimena.
Karena itu tambahnya, dalam berbagai kesempatan, Pemkot Ambon coba meminta bantuan dari pemerintah pusat berupa insinerator. Alat ini memang canggih dan dipakai dimana-mana untuk menyelesaikan persoalan sampah.
“Kita tidak mau, kegagalan pembangunan insinerator sebelumnya dia terulang lagi. Jadi kalau nanti ada bantuan insinerator yang Pemkot dapat dan dipasang, beta harap masyarakat dukung. Jangan lagi ada pikiran insinerator bawa polusi. Tidak ada. Buangannya tidak dalam bentuk limbah,” harapnya.
Selain itu tambahnya, Pemkot Ambon juga akan bekerjasama dengan AMGPM dan Remaja Masjid, dalam bentuk edukasi dan aksi di lapangan.
“Teknisnya, ada penandatanganan MoU nantinya. Sebab perlu langkah bersama, lewat terbangunnya partisipasi masyarakat, tak bisa pemerintah sendiri,” pungkas Wattimena. (MR-02)











Comment