– – Dalam KapanLagi Talks kali ini, Fedi Nuril dan Sari Nila mengunjungi kantor KapanLagi untuk mempromosikan film 1 IMAM 2 MAKMUM. Mereka berdua berbagi obrolan dengan kami, di mana Fedi Nuril mengungkapkan bahwa ia bahkan melakukan konsultasi dengan seorang psikolog untuk memahami karakter Arman yang ia perankan dalam film tersebut.
1. Premis Film 1 IMAM 2 MAKMUM
Fedi Nuril menjelaskan bahwa premis film ini berkisah tentang Anika (Amanda Manopo) yang berusaha membuat suaminya Arman (Fedi Nuril) jatuh cinta, namun Arman masih belum bisa melepaskan istrinya yang telah meninggal, Laila (Revalina S. Temat). Anika didorong oleh ibu dan kakak Arman untuk membuat Arman move on, terutama karena anak perempuan Arman, Yasmin, masih membutuhkan sosok ibu. Mereka percaya Anika adalah wanita yang cocok menjadi istri dan ibu, hanya saja timingnya kurang tepat.
2. Karakter dan Nilai dalam Film
Sari Nila menjelaskan bahwa karakter Windy yang ia perankan adalah bertolak belakang dengan dirinya, namun menarik untuk dijalani. Sedangkan Fedi Nuril merasa sangat terkait dengan karakter Arman sebagai seorang arsitek yang menyukai keteraturan dan keindahan. Mereka juga membahas nilai-nilai yang bertentangan dalam film ini, seperti kesulitan untuk move on dan overthinking sebagai gejala orang yang berduka.
3. Reaksi terhadap Karakter Arman
Fedi Nuril mengungkapkan bahwa ia awalnya bingung dengan karakter Arman dan bahkan melakukan konsultasi dengan psikolog untuk memahaminya. Mereka juga membahas pentingnya proses berduka dan kesulitan untuk menjadi imam dalam kondisi berduka. Sari Nila menambahkan bahwa Anika juga memiliki peran penting dalam mendukung Arman dalam prosesnya.
4. Point of View dalam Film
Mereka berdiskusi mengenai kompleksitas manusia dan keabuan dalam kehidupan. Sari Nila menekankan pentingnya toleransi dan tidak menghakimi orang lain, sementara Fedi Nuril menyoroti kompleksitas psikologis karakter Arman dan tantangannya dalam proses penyembuhan dan move on.
5. Riset untuk Film 1 IMAM 2 MAKMUM
Fedi Nuril menjelaskan bahwa ia melakukan riset dengan konsultasi psikolog untuk memahami kondisi Arman secara mendalam. Mereka membahas gejala fisik dan psikologis orang yang sedang berduka, serta pentingnya kesabaran dan pengertian dalam proses berduka. Mereka juga mencermati peran Anika sebagai sosok yang kuat dan penyayang dalam film.
6. Keberhasilan Sosok Anika dalam Film
Mereka berpendapat bahwa sosok Anika penting untuk ditampilkan karena mewakili kekuatan, kesabaran, dan kasih sayang. Anika membantu Arman dan Yasmin dalam proses berduka mereka, sementara tetap memperlihatkan kepekaan dan keberanian dalam menghadapi situasi sulit.
7. Adegan Berat tanpa Re-take
Mereka membagikan pengalaman tentang adegan berat dalam film yang membutuhkan pemahaman karakter yang mendalam. Meskipun tidak ada re-take, mereka berusaha memahami setiap adegan secara menyeluruh sebelum proses pengambilan gambar dilakukan.
8. Quotes Pilihan dari Film
Mereka membagikan quotes favorit dari film, seperti dialog Anika yang menyatakan bahwa setiap orang berhak berduka dan bahagia. Mereka juga mengungkapkan quotes penting dari karakter Windy yang mencerminkan perasaan dalam hubungan keluarga dan antarmanusia.
Artikel serupa :
- 7 Film Drama Indonesia Terbaik 2025: Fedi Nuril Bintangi “1 Imam 2 Makmum”!
- Reza Rahadian Sutradarai Film ‘PANGKU’: Siap Berlaga di Cannes 2025
- Tragis! Yu Meng Long Meninggal Dunia: Simak Deretan Drama Terpopulernya
- Subarkah Hadisarjana: Sang Maestro Panggung dan Layar, Kenangan Abadi!
- Produser ‘MERAH PUTIH ONE FOR ALL’ Bongkar Proses Kreatif: Dituding Beli Karakter

Sebagai jurnalis televisi yang telah berkarier selama lebih dari delapan tahun,
Rizky Aditya dikenal karena kepiawaiannya dalam menyajikan laporan
langsung dan investigasi mendalam.






