AMBON,MRNews.com,- Panitia Hari-hari besar Gerejawi (PHBG) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) dibawah kepemimpinan Bodewin Wattimena menggagas seminar nasional sejarah GPM, di Gereja Maranatha, Sabtu (1/10/22).
Seminar yang diikuti MPH Sinode, para pendeta dan mahasiswa Teologi UKIM itu menghadirkan para ahli sejarah Gereja diantaranya Y. Soleiman, PhD, Dr Jhon Ruhulessin, M.Si, Dr I.W.J Hendriks, Dr. C.A Alyona, M.Th dan Dr Jhon Saimima, MA.
Ketua PHBG Sinode GPM Bodewin Wattimena menyebut, seminar ini sebenarnya diagendakan tahun lalu namun baru bisa terlaksana tahun ini yang tak semata-mata menjawab program PHBG saja tapi ingin memperkaya pemahaman yang memang selama ini masih mengikuti tulisan atau buku yang dibuat.
“Maka outputnya diharapkan jadi catatan penting bagi GPM agar mengerti dan memahami sungguh bagaimana sejarah GPM dari zaman VOC hingga kini,” jelasnya.
Pasca seminar ini kata Wattimena, akan secara kontinu dilakukan berbagai rangkaian kegiatan kedepan yang makin memperkaya para pelayan dan umat dalam melahirkan dan mendapatkan dokumen sejarah GPM yang komprehensif di tahun 2025 mendatang.
Sementara, Ketua Umum MPH Sinode GPM Pendeta Elifas Maspaitella menegaskan,
terlaksananya seminar sejarah GPM ini bukan berarti bahwa GPM tidak memiliki dokumen sejarah dan bukan untuk mencari jejak-jejak awal pekabaran Injil di Maluku dan kapan GPM menjadi Gereja mandiri.
“Narasumber seperti Pendeta I.W.J Hendriks dan Pendeta Jhon Ruhulessin pasti punya rekaman catatan yang belum tertulis, bagaimana GPM dimasa konflik Maluku dan GPM dimasa rekonsiliasi perdamaian Maluku. Selain artikel pasti ada pengalaman lain yang bisa menjadi bagian sejarah kita,” kata Maspaitella.
Melihat topik materi seminar yang disajikan para ahli sejarah dirinya berharap, pasca ini hingga tahun 2025 akan tersedia buku sejarah GPM yang komprehensif sebagai dokumen Gereja yang turut di-Jemaatkan.
“Jemaat-jemaat di GPM perlu memahami latar belakang Kekristenan Ambon, bagaimana bentuk respons orang-orang lokal terhadap pemberitaan Injil,” pungkas Maspaitella. (MR-02)











Comment